Selasa, 14 November 2017 19:47

Tim PORA Diminta Bertindak Secara Proporsional Dan Profesional

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (suarapubliknews.net) - Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) yang dibentuk Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHam) harus bertindak secara proporsional dan profesional dalam melakukan pengawasan.

"Harapan saya kepada Tim PORA melakukan pengawasan yang profesional dan proporsional ketika menemukan ada pelanggaran dari Warga Negara Asing (WNA) supaya tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHam) Yasonna H Laoly pada acara pelantikan Tim PORA wilayah Jatim di Surabaya, Selasa (14/11).

Yasonna juga mengingatkan kadang-kadang banyak Hoax yang disampaikan beberapa pihak dengan data tidak benar, seolah-olah Indonesia diserbu puluhan ribu tenaga ilegal. Semua pihak tidak boleh mudah terpancing dengan isu itu, karena akan bisa menimbulkan kegaduhan.

"Tugas kita mengawasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat untuk mengawasi orang-orang yang menyalahgunakan ijin tinggal dan izin keimigrasian tidak benar," jelasnya.

Politisi asal PDIP ini khawatir, ketika tindakan dilakukan secara tidak profesional dan proporsional hingga berujung kegaduhan, akan menghambat investasi yang masuk ke Indonesia. “Memang kita harus meningkatkan pengawasan terhadap WNA. Tapi jangan sampai ada kegaduhan," ucapnya.

Menurutnya, penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing, sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di seluruh dunia, banyak orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal. Bahkan, Indonesia juga mengalami masalah dengan warga negaranya di berbagai negara, seperti Malaysia dan Hongkong.

"Ada dua juta lebih warga negara kita tinggal di Malaysia. Pemerintah kita harus bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan berkunjung ke Kucing untuk menyelesaikan berbagai persoalan, karena ada warga negara kita disana yang sudah lama tinggal tapi tidak memiliki dokumen keimigrasian," paparnya. (q cox, Wb)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 22 times