Persebaya Tak Bisa Gunakan GBT di Liga 1, Ketua Panpel Wadul ke DPRD Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Persebaya Surabaya terancam tidak bisa menjadikan Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai home base dalam mengarungi kompetisi Liga 1. Fakta itu, terungkap dalam hearing di Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Kota Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala Presiden di Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) mengungkapkan, ada sejumlah kekurangan yang dimiliki GBT. Misalnya, lampu stadion yang masih di bawah standar.

Sesuai regulasi yang dimiliki PSSI, untuk bisa menjadi tuan rumah dalam kompetisi Liga 1 minimal penerangan lampu stadion 1200 Lux. Sedangkan untuk GBT saat ini baru 1100 Lux. Parahnya lagi, pada saat pertandingan terakhir Piala Presiden ada sejumlah lampu yang mati.

“Itu evaluasi yang dikeluarkan PSSI pada Panpel kemarin,” ujar Whisnu Sakti Buana.

Selain kualitas lampu yang masih di bawah standar, PSSI juga menyoroti tempat media saat meliput pertandingan. Begitu juga skoring board yang hingga saat ini belum ada. Padahal GBT merupakan stadion terbesar ke dua di tanah air.

“Sesuai impian dibangunnya GBT menjadi stadion bertaraf internasional, kita berharap perbaikan yang dilakukan bisa menuju ke sana,” harapnya.

Selain dua persoalan itu, masalah lainnya adalah terkait akses jalan ke stadion. Itu belum termasuk masalah lahan parkir yang hingga sekarang belum terpecahkan.

Oleh karena itu, WS berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa segera melakukan perbaikan yang akan dilakukan. Mengingat hingga saat ini GBT belum mendapatkan rekomendasi dari PSSI sebagai home base Persebaya.

“Kompetisi Liga 1 resmi dimulai tanggal 10 Maret. Tapi hingga sekarang rekomendasi dari PSSI masih belum turun,” sesal Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Anggota Komisi D Reny Astuti meminta sejumlah perbaikan di GBT tidaknya hanya untuk persiapan Liga 1. Namun untuk even lain yang lebih besar di waktu yang akan datang.

“Dengan demikian PSSI bisa menilai jika Gelora Bung Tomo memang layak,” kata Reny.

Sementara Ketua Komisi D Agustin Poliana menambahkan, akan mengundang sejumlah OPD terkait dalam hearing pada hati Jumat. Harapanya, perbaikan yang akan dilakukan bisa segera dimulai.

“Jika parkir saja masih kesulitan, tentu itu jadi PR kita bersama,” timpal Agustin Poliana.

Sementara Kepala Dispora Kota Surabaya, Afghany Wardhana optimis sejumlah kekurangan di GBT bisa diperbaiki sebelum Liga 1 dimulai. Misalnya soal lampu station yang belum sesuai standar.

“Untuk lampu yang masih kurang beberapa digit, kita bisa segera memperbaikinya,” kata Afghany.

Afghany menegaskan, Dispora memiliki semangat yang sama dengan anggota dewan dalam memajukan Gelora Bung Tomo. Termasuk dalam memperbaiki beberapa kekurangan yang masih ada.

“Untuk mempercepat proses itu, saya sepakat OPD yang lain juga turut diundang,” pungkas Afghany. (q cox)

Berikut rekaman video, saat Ketua Panpel Persebaya mencoba bernyanyi:

Reply