Persoalan Kekerasan Terhadap Anak Jadi Fokus dan Perhatian Pemerintah Tanbu

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Persoalan anak terus menjadi perhatian Pemerintah, termasuk banyaknya tindakan kekerasan terhadap anak berupatekanan fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak.

Sebagian besar kekerasan terhadap anak terjadi di rumah anak itu sendiri, kemudian juga terjadi di sekolah, lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Lebih miris lagi, jika kekerasan terhadap anak terjadi dalam lingkungan keluarga dan bahkan pelakunya adalah orang yang dikenal.

Karena alasan itu Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melaksanakan penyuluhan tentang kekerasan terhadap anak dengan tema “Stop Kekerasan, Ciptakan Perlindungan” di Ruang Rapat Bersujud 1, Kamis (08/08/2019).

Kepala Dinas KBP3A Tanbu, Hj Narni dalam laporannya mengatakan masalah kekerasan terhadap anak tidak bisa dianggap remeh.

Menurutnya, kekerasan pada anak bisa berakibat gangguan fisik dan mental hingga penurunan kualitas hidup dapat terjadi hingga mereka dewasa.

Bahkan tak jarang anak korban kekerasan tidak hanya memiliki luka pada tubuhnya namun juga luka emosional. Seperti perilaku menyimpang, penurunan fungsi otak, tidak mudah mempercayai orang lain, sulit mempertahankan hubungan pribadi dan memiliki resiko kesehatan lebih tinggi.

“Penyuluhan disosialisasikan dengan tujuan agar semakin banyak orang yang memahami mengenai bahaya kekerasan terhadap anak dan mengetahui bagaimana cara penanganan dan pencegahannya, agar kita bisa menekan angka kasus kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu melalui Asisten Bidang Pemerintahan Mariani mengatakan, orang tua banyak yang beranggapan kekerasan adalah bagian dari mendisiplinkan anak.

“Mereka lupa bahwa orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengupayakan kesejahteraan, perlindungan, peningkatan kelangsungan hidup, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, apabila ditemukan adanya tanda–tanda kekerasan terhadap anak maka sebaiknya para orang tua segera mengajak anak berbicara dari hati ke hati tentang adanya perilaku kekerasan yang dialaminya.

“Dan apabila memang ada peristiwa tersebut maka segeralah membawa si anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik, laboratorium dan psikologis”

Dalam kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Unit PPA Polres Tanah Bumbu, serta turut dihadiri Ketua DWP Hj. Mulyawati Rooswandi dan organisasi wanita di Tanah Bumbu. (q cox, Imran)

Reply