Kamis, 14 September 2017 17:29

Vinsensius Awey: Penolakan Risma Tidak Berarti 100 % Tidak Maju Pilgub

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Menanggapi pernyataan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang dengan tegas menyatakan penolakannya di kontestasi Pilgub Jatim, Vinsensius Awey justru memiliki pendapat yang berbeda.

Menurut dia, pernyataan penolakan Risma- sapaan akrab Tri Rismaharini yang disampaikan ke para pemimpin media di kediaman Wali Kota, memang sudah menjadi style politiknya selama ini.

“Setahu saya Bu Risma memang punya tipikal yang tidak vulgar, dan selalu menyampaikan penolakannya ketika ada wacana Pilkada, dengan menganggap bahwa jabatan itu tidak boleh diminta, menjadi beban dan sebagainya, itu catatan saya selama ini,” ucapnya. Kamis (14/9/2017)

Meskipun demikian, lanjut Awey, menurut saya tidak bisa lantas disimpulkan jika dia (Risma) seratus persen tidak akan maju ke Pilgub, karena menurut saya itu justru style politiknya. Bisa saja pada saatnya nanti tiba-tiba namanya muncul. Kita lihat saja nanti. Ini kan waktunya masih panjang.

“Saya melihatnya ini politik nothing to lose, karena dengan demikian Bu Risma bisa maju tanpa beban. Karena maju atas dorongan, bukan niat pribadinya. Apalagi jika tidak terpilih akan tetap menjadi Wali Kota karena cukup dengan mengambil cuti.

Politisi muda asal Partai Nasdem Surabaya ini juga mengatakan, andaikan pada akhirnya PDIP memberikan rekom kepada dia (Risma), tentu akan kembali kepada dirinya sendiri juga.

“Sementara, kesiapan itu juga penting. Jangan sampai mengusung seseorang yang memang merasa benar-benar tidak siap, ini bisa merugikan partai pengusungnya,” tandasnya.

Awey menilai jika secara popularitas nama Risma memang sejajar dengan nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa, yang menurutnya akan berdampak terhadap kualitas Pilkada.

“Tidak bermaksud mengecilkan yang lain, tetapi jika ketiga nama itu (Risma, Gus Ipul dan Khofifah-red) masuk dalam dalam putaran Pilgub, tentu Pilkada ini akan lebih berkualitas, karena akan terjadi persaingan yang ketat, yang perlu dicatat, nama ketiga sosok ini cukup beken, tidak hanya di Jatim, tetapi secara nasional, artinya mereka ini sudah menjadi aset nasional,” pungkasnya. (q cox)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 196 times