Senin, 13 November 2017 14:38

Sederhanakan Tahapan, Ketua Pansus DPRD Surabaya: Bentuk BULD soal Retribusi Parkir

Rate this item
(0 votes)

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Ketua Pansus Raperda Jaringan Jalan Vinsensius Awey mengatakan jika selama ini porses dan tahapan pembuatan regulasi yang berkaitan dengan retribusi parkir masih dinilai terlalu panjang.

“Anda bisa bayangkan, untuk menaikkan atau menurunkan angka restribusi yang nilainya hanya 1000 rupiah saja, Dishub harus melalui rapat dan persetujuan anggota dewan, yang tentu secara mekanisme harus dilakukan pembahasan Perda, yang tahapannya bisa memakan waktu lebih dari 2-3 bulan, ini tidak praktis,” ucapnya. Senin (13/11/2017)

Oleh karenanya, lanjut Awey, dengan semangat perbaikan kami menginginkan adanya proses yang cepat terhadap beberapa persoalan sehingga penerapannya tidak harus melalui proses politik yang waktunya lama.

“Kami mendorong agar Pemkot melahirkan satu organ baru berbentuk Badan Usaha Layanan Daerah (BULD) yang otoritasnya setara dengan BUMD, tetapi masih dibawah koordinasi Dishub. Dengan demikian jika ada perbaikan apapun tidak harus melalui persetujuan dewan, karena bisa diputuskan oleh badan itu sendiri,” tandasnya.

Dia mencotohkan, ketika Traffic demand management diterapkan maka penetapan harga tarif di kawasan berbayar/Electronik Road Pricing (ERP), kenaikan retribusi parkir on street dan off street. Tidak lagi harus melalui tahapan yang selama ini berjalan, tetapi sudah bisa ditentukan langsung oleh badan itu.

“Kalau sebuah kawasan padat arus lalu lintas, dimana  semangat Dishub untuk mengurangi volume kendaraan disana baik yang melewati kawasan berbayar ataupun yg parkir on street disana, maka penentuan sebuah tarif parkir guna menahan laju pertumbuhan volume kendaraan dikawasan itu,  penangganannya ya melalui BULD akan lebih cepat dan praktis dibandingkan keputusan politik yg diambil lewat mekanisme selama ini," pungkasnya.. (q cox)

Ayo share berita ini:

Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to Twitter
Read 51 times