Polres Kediri Gelar Rekostruksi Kasus Pembuangan Bayi

KEDIRI (Suarapubliknews.net) – Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Polres Kediri menggelar rekontruksi kasus pembuangan mayat bayi di pinggir jalan persawahan Dusun Kebonsari Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. (Selasa 4/12/2018)

Dalam gelar Rekontruksi tersebut hadir Kasatreskrim Polres Kediri dan Tim Identifikasi Polres Kediri serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri dengan memperagakan 21 adegan di tiga lokasi yang berbeda.

Ini merupakan tindak lanjut hasil penyelidikan serta pengembangan Satreskrim Polres Kediri, yang telah berhasil mengamankan tiga tersangka, yakni Ika Wahyuningsih (Pr), Kamsidi (Lk) dan Ibu Sumini (Pr).

Berikut adalah paparan Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono SIK bersama petugas Kejaksaan soal runtutan kejadian dari awal hingga akhirnya ditemukannya mayat tersebut,:

  • Mayat bayi yang ditemukan disebuah areal pinggir sawah jalan Dusun Kebonsari Desa Krenceng Kecamatan Kepung pada Kamis (15/11/2018) yang lalu itu adalah hasil hubungan gelap antara Ika Wahyuningsih dengan Kamsidi yang berakhir dengan pengguguran bayi di sebuah rumah Ibu Sumini Dusun Nglarangan Desa Krenceng.
  • Kejadian tersebut bermula ketika Ika Wahyuningsih datang ke rumah Mbah Sumini pada 13 November 2018 yang lalu sekira pukul 18:00 Wib berniat untuk menggugurkan kandungannya karena takut ketahuan oleh keluarga lantaran berhubungan dengan laki laki yang sudah beristri.
  • Selanjutnya Mbah Sumini meminta biaya untuk menggugurkan kandungan, karena tidak memiliki biaya maka Ika Wahyuningsih berusaha menelepon Kamsidi untuk meminta bantuan.
  • Sekira pukul 18:30 wib Kamsidi tiba dan ditemui oleh Ika Wahyuningsih didepan teras mbah Sumini ,Ika Wahyuningsih mengatakan bahwa dirinya hamil dan akan diperiksa oleh orang tuanya ke dokter kandungan.
  • Merespon keluhan Ika Wahyuningsih, Kamsidi menyampaikan bahwa Mbah Sumini bisa membantu menggugurkan kandungan, setelah sepakat, keduanya masuk kedalam rumah mbah Sumini.
  • Selanjutnya Kamsidi bertemu dengan Mbah Sumini untuk menanyakan biaya pengguguran kandungan, dan meminta pengguguran segera dikerjakan, selanjutnya Kamsidi keluar mencari uang untuk biaya.
  • Setelah tawaran Mbah Sumini disepakati, selanjutnya Mbah Sumini membuatkan seduhan jamu dan memberi minyak GPU dioleskan dibagian perutnya Ika Wahyuningsih ,dan ditambah meminum jamu racikan mbah Sumini.
  • Tidak berselang lama kemudian, Kamsidi datang kembali ke rumah Mbah Sumini untuk membayar biaya separuh dulu dari kesepakatan 1,5 juta, selanjutnya Mbah Sumini menyuruh Ika Wahyuningsih masuk kedalam kamar, sementara Kamsidi menunggu diruang tamu.
  • Prakter pengguguran kandungan tersebut dilakukan didalam kamar mbah Sumini. Sekira pukul 19:00 Wib, Ika Wahyuningsih disuruh berbaring selanjutnya Mbah Sumini mengurut pelan pelan perut Ika Wahyuningsih, dan selanjutnya Mbah Sumini berdiri diatas kasur dan menginjak injak dengan tumit (tungkak) perut Ika Wahyuningsih sebanyak 3 kali namun bayi tidak kunjung keluar, akhirnya Ika Wahyuningsih pergi kekamar mandi untuk buang air kecil.
  • Selanjutnya Mbah Sumini menyampaikan kepada Ika Wahyuningsih dan Kamsidi lantaran bayinya belum bisa keluar karena posisi bayi masih mbungkus sehinga perlu biaya tambahan dan menyuruh keduanya pulang dan kembali pada esoknya.
  • Pada hari Rabu (14/11/2018) Ika Wahyuningsih datang ke Saudari Ely (sebagai saksi) yang rumahnya berlokasi di jalan Kandangan Ds Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri untuk sewa kamar ngekos, selanjutnya saudari Ely menunjukkan kamar yang akan ditempati Ika Wahyuningsih
  • Sekira pukul 08:30 wib, Ika Wahyuningsih membersihkan kamar kosnya. Dan Sekira pukul 10:00 Wib tiba tiba perut Ika Wahyuningsih terasa sakit dan mules mules kemudian vaginanya terasa membuka dan tidak lama kemudian melahirkan bayinya dilantai kamar kost.
  • Sekitar pukul 11:00 Wib Ika Wahyuningsih mengangkat dan memindahkan Bayinya keatas kasur Lalu membungkus Kepala bayi dengan kain sarung yang dipakainya, lalu tangan kiri membekap hidung dan mulut bayi, sedangkan tangan kanannya memegang kain sarung yang melilit dileher sekitar 5 menit, lalu Ika Wahyuningsih pingsan.
  • Sekira pukul 16:00 Wib, Ika Wahyuningsih sadar dari pingsan dan melihat kepala bayinya masih terbungkus sarung dan dalam kondisi sudah meninggal dunia ,kemudian Ika Wahyuningsih membelai wajah bayinya yang terakhir kalinya
  • Sekira 17:00 Wib, Saudari Ely pemilik kamar kos mengetuk pintu kamar Ika Wahyuningsih, selanjutnya Ika Wahyuningsih bergegas mengganti baju dan celana pendek lalu membuka pintu kamar sedikit ,Saudari Ely meminta tolong untuk menjaga warungnya karena menghadiri undangan resepsi pernikahan.
  • Ika Wahyuningsih kemudian menunggu warung menggantikan Saudari Ely dan mengambil 2 tas kresek warna hitam ,sekira pukul 19:00 Wib Saudari Ely pulang dari resepsi.
  • Tidak berselang lama, Ika Wahyuningsih bersama Saudari Ely makan bersama di ruang dapur, setelah selesai sekira pukul 20:30 Wib Ika Wahyuningsih masuk kedalam kamar kos dan tidur.
  • Sekira dini hari pukul 03 :00 wib Ika Wahyuningsih bangun tidur, Selanjutnya membersihkan lantai bekas melahirkan bayinya ,selanjutnya memasukkan mayat bayinya kedalam kantong kresek warna hitam serta baju dan sarung yang dipakai untuk melahirkan juga dimasukkan kedalam kantong kresek warna hitam yang satunya.
  • Sekira pukul 06:30 wib Ika Wahyuningsih keluar ke area parkir yang ada di kos kosan tersebut ,setelah keadaan sepi, lalu meletakkan 2 kantong kresek warna hitam yang berisi mayat bayi, dan kantong kresek warna hitam lagi berisi baju dan sarung bekas melahirkan ,kemudian digantungkan tengah sepeda motor lalu pergi mengendarai sepeda motor keluar kos.
  • Sekira pukul 07:00 Wib Ika Wahyuningsih tiba diareal pinggir jalan sawah Dusun Kebonsari Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri meletakkan kantong mayat bayi begitu saja lalu pergi dan pulang menuju rumahnya yang berada di Dusun Karangdinoyo Ds/Kecamatan Kepung, namun masih ditengah perjalanan tepatnya di Dusun Sukorejo Ds /Kecamatan Kepung, Ika Wahyuningsih membuang satu kantong kresek lagi berisi baju dan sarung bekas melahirkan di Sungai Konto.
  • Pada hari Kamis ( 15/11/2018) sekira pukul 10:30 Wib, saudari Ginah warga Dusun Kebonsari sewaktu pergi kesawah melihat sebuah kantong kresek warna hitam yang tergeletak dipinggir jalan areal persawahan Dusun Kebonsari, karena dikira kantong kresek tersebut adalah bekal petani yang tertinggal maka oleh Saksi Ginah dibuka.
  • Saat dibuka Ginah terkejut karena kantong kresek warna hitam tersebut isinya adalah mayat bayi yang masih ada tali pusar dan ari ari, selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat. (q cox, Iwan)

Reply