Razia Pitrad, Satpol-PP Surabaya Amankan 9 Terapis Wanita

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Diakui maupun tidak, gonjang ganjing soal kasus penistaan agama di Ibu Kota ternyata juga berimbas ke Kota Surabaya, karena terbukti menyulut kemarahan seluruh kader PDI Perjuangan.

Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat aparat penegak Perda (Satpol-PP-red) Kota Surabaya, yang terus melaksanakan tugas dan fungsinya, dengan menggandeng jajaran samping yakni TNI dan Polri. Namun kali ini hanya melibatkan tim Tipiring Polrestabes Surabaya.

Pada hari Jumat (27/01/2017), petugas gabungan ini menyisir beberapa tempat Pitrad di kawasan Gunungsari Surabaya. Dari lima lokasi Pitrad, ternyata ditemukan dua tempat pitrad yang tidak mengantongi ijin sebagaimana mestinya, yakni Pitrad Gunungsarai dan Pitrad Ibu Nunuk.

Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan 9 tenaga terapi, yang dikatehui belum memiliki sertifikasi kesehatan dari Dinkes.

“Siang ini kita menggelar razia rutin bersama Anggota Tipiring Polrestabes Surabaya di lima titik sasaran panti pijat (Pitrad) yang ada di surabaya, kita juga mengamankan 9 tenaga terapis,” Kata Joko Wiyono Kasi Operasional Satpol PP Surabaya.

Lanjut Joko, sembilan tenaga terapis wanita ini kami amankan di Mako Satpol PP Surabaya, dan selanjutnya kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Bilamana dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut apabila ditemukan positif HIV maka kita akan serahkan pada dinas sosial untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” Jelasnya.

Sementara untuk pemilik kedua pitrad tersebut, lanjut Joko, ditempeli stiker pelanggaran untuk menghentikan sementara kegiatannya,” Bilamana kedua pitrad ditemukan buka lagi maka kita lakukan secara tegas akan menyegel kedua pitrad tersebut,” pungkasnya. (q cox, Irw)

Reply