Rekannya Dianiaya Security, PP Surabaya Lurug Grand City Surabaya

Siang ini pintu masuk Grand City Surabaya dipenuhi sejumlah anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) Surabaya yang menuntut keadilan atas peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah security pusat perbelanjaan ini terhadap salah satu anggotanya yang dalam kondisi mabuk minuman keras. (29/10/14)

SURABAYA (SPNews) – Korban bernama Yuska akhirnya harus mendapatkan perwatan medis di Klinik Pusara karena dalam kondisi muka lebam dan luka dibeberapa bagian wajah, akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah anggota security Grand City.

Peristiwa ini terjadi berawal dari acara kumpul-kumpul di tempat Karaoke Keluarga Happy Popy Grand City oleh sejumlah anggota Pemuda Pancasila Surabaya. Kemudian diruangan sebelahnya terdengar keributan karena salah satu tamunya kehilangan barang, sehingga membuat anggota PP merasa terganggu dan beranjak keluar ruangan untuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya.

Namun setelah ditanyakan ke security setempat, anggota PP ini malah diminta untuk turut mencari biang keributannya dan dilarang meninggalkan ruangan. Keributanpun berlangsung namun akhirnya anggota PP bisa meninggalkan lokasi. Beberapa saat kemudian disadari bahwa ada salah satu anggota PP yang masih tertinggal diruangan karaoke karena dalam kondisi mabuk minuman keras.

Menyadari hal ini, anggota PP kembali berniat menjemput kawannya yang tertinggal, namun mendapatkan larangan dengan alasan plasa sudah tutup, padahal untuk Karaoke Happy Popy tutup hingga pukul 02.00 dini hari. Anggota PP juga spontan kaget setelah mendengar info bahwa kawannya yang tertinggal telah berada di Polsek Genteng dean dalam kondisi muka lebam serta luka di wajah akibat dianiaya security.

Menurut Deni ketua ranting PP Kecamatan Wonokromo Surabaya, aksi yang dilakukan bersama anggota lain adalah bentuk solidaritas sesama anggota PP karena dipicu oleh kasus penganiayaan dan perampasan atribut PP yang sedang dibawa korban.

“Saat itu, kawan kami memang dalam kondisi mabuk, tetapi tidak melakukan perbuatan apa-apa, kalau ingin menegur silahkan, tetapi kalau sampai melakukan penganiayaan apalagi di borgol, ini menjadi persoalan baru, dan ternyata mereka juga sempat mengeluarkan sangkur, dan menyita baju seragam PP yang dibawa korban di tasnya,” jelas Deni

Merasa tidak terima kawannya dianiaya oleh security Grand City yang berjumlah puluhan, sejumlah kader PP Surabaya melurug dan melakukan kasi demo di depan pintu masuk pusat perbelanjaan yang tergolong baru di Surabaya ini,

Meskipun demikian, anggota PP Surabaya yang terlibat demo hanya melakukan aksi duduk-duduk di depan pintu masuk, sehingga pengnjung yang datang masih bisa memasuki kawasn pusat perbelanjaan ini tanpa terganggu.

Diwakili Zaenal kuasa hukum Ormas MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, negosiasipun berlangsung cukup alot, karena pihak manajemen Granda City dianggap menyepelekan persitiwa yang terjadi, bahkan menolak sejumlah tuntutan yang diajukan.

Kasusnya kini telah ditangani Polsek Genteng Surabaya dengan laporan penganiayaan dan perampasan atribut ormas, namun pihak PP tetap menuntut agar manajemen Grand City menyampaikan permintaan maaf diseluruh media lokal dan nasional yang ada di Kota Surabaya.

Sementara pihak manajemen Grand City tidak bersedia berkomentar saat di mintai konfirmasi puluhan jurnalis dari berbagai media terkait persitiwa penganiayaan yang dilakukan oleh tim secduritynya. (q cox)

Reply