Respon Pernyataan Sekjen, DPC PDIP Surabaya Bakal Gelar Mimbar Demokrasi

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Imbauan sekaligus pernyataan tegas Hasto Kristianto Sekjen DPP PDIP yang menyorot sikap, ucapan dan tindakan Ormas FPI pimpinan Habib Rizieq Sihab, spontan direspon oleh Whisnu Sakti Buana Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

WS-sapaan akrab Whisnu Sakti Buana- yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan rapat partai di kantor DPC (minggu ini-red).

“Kami akan gelar mimbar demokrasi di kantor DPC dan juga membuka dapur umum, dan dalam minggu ini kami akan segera melakukan rapat DPC terkait persiapan kegiatan itu di kantor cabang,” ujarnya kepada Suarapublikinews.net, Rabu (18/1/2017)

Namun demikian WS tetap meminta kepada seluruh kader partai PDIP di Kota Surabaya untuk tetap solid dalam satu komando.

“Kami meminta kepada seluruh kader untuk tetap dalam satu komando, jangan sampai ada yang begerak sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ditanya soal komentarnya terhadap keberadaan Ormas FPI di Kota Surabaya, WS hanya menjawab dengan normatif, jika pihaknya hanya akan melakukan “senam politik” sesuai yang diinstruksikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto dalam pres Release nya.

“Kami tidak ada kaitannya dengan keberadaan FPI di Surabaya, sesuai pesan Sekjen, kami hanya akan melakukan senam politik,” jawabnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 17 Januari 2017 kemarin, Hasto Kristianto Sekjen DPP PDI Perjuangan secara tegas menyatakan kesiapannya menghadapi Habib Rizeq Sihab beserta kelompoknya (FPI-red), karena dianggap telah mengusik simbol partai yakni Megawati Soekarno Putri yang posisinya sebagai Ketum PDIP.

Tidak hanya itu, pernyataan perang terhadap kekuatan Habib Rizieq Sihab bersama seluruh kekuatan Ormasnya (FPI-red) juga telah dikumandangkan oleh Hasto Kristianto secara nasional, karena dinilai sebagai penebar kebencian dan memecah belah persatuan bangsa.

Pernyataan Sekjen DPP PDIP ini disampaikan oleh anggota fraksi PDIP DPRD Jatim Giyanto, bahkan tercantum kalimat larangan terhadap seluruh kader PDIP untuk menyebut Habib terhadap Rizieq Sihab.

“Kita akan hadapi Rizieg Shihab dari daerah. Kita sebut dia tanpa habib. Kita tonjolkan peran dia sebagai provokator, pemecah belah bangsa. Kita sudah melatih satgas militan beberapa gerakan dari daerah seperti Jabar melalui GMBI, Sintang, Banyumas, Kab Malang, Maluku Utara, Bali, dan sebentar lagi Kaltim dll,” terang Giyanto via WA pukul 22.11 wib, Rabu (17/1/2017)

Reply