Respon ucapan Sekretaris Demokrat Surabaya, Agus Santoso: Introspeksi Diri Lah!

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Mundurnya Ernawati,S.Sos dari kepengurusan DPC Partai Demokrat yang menduduki posisi wakil koordinator bagian tenaga kerja, transmigrasi dan kependudukan, spontan mendapatkan tanggapan dari Agus Santoso Sekretaris DPC Hanura Surabaya.

Agus Santoso mengatakan bahwa dalam berpartai itu terbuka, sehingga rekrutment anggota sebagai kader juga bisa dilakukan secara bebas, karena tergantung kepada pribadi masing-masing.

“Partai itu kan terbuka, jangan sampai karena saya mantan disana (kader demokrat-red), lantas saya dianggap kebakaran jenggot,” ucap mantan kader Demokrat Surabaya yang akhirnya dipecat oleh partai berlambang bintang mercy ini. Jumat (17/6/2016)

Di juga menanggapi pernyataan H Junaedi Sekretaris DPC Demokrat Surabaya yang sebelumnya mengulas soal etika dalam berpolitik.

“Kalau soal etika, saya dulu itu dipecat itu juga soal etika, salah saya apa waktu itu, tiba-tiba diberhentikan, apa hanya karena dekat dengan WW (Wisnu Wardhana-red), harusnya instrospeksi, jadi ketika ada orang mendekat ke partai kami, ya kami terima dong, kan kami mendahulukan hati nurani,” tandasnya.

Diminta tanggapannya terkait sikap tegas Ernawati yang akhirnya mengundurkan diri secara resmi dari kader partai demokrat Surabaya, Agus menanggapi dengan enteng bahwa hal itu menjadi urusan pribadi Ernawati.

“Kalau dia (Ernawati-red) mundur itu soal pribadinya Erna, bukan ranah saya,” jawabnya singkat.

Namun saat ditanya apakah benar jika pencantuman nama Ernawati dalam susunan kepengurusan DPC Hanura Surabaya tanpa didahului dengan konfirmasi kepada Ernawati?

“Sebenarnya memang tidak merapat, tetapi beberapa kader partai demokrat itu kan masih banyak yang dekat dan sering ketemu dengan saya, nah saat itu sempat saya tanyakan soal itu ke dia (Ernawati-red), dan dijawab dengan senyuman, maka saya anggap dia bersedia, makanya saya masukkan,” jelasnya. (q cox)

Reply