Risma dan Mahmud Dukung Pembangunan Masjid Bulak Banteng

Meski sebelumnya TNI AL sempat mempermasalahkan lahan yang kini mulai dibangun Masjid dengan nama Riyadhus Sholihin oleh warga Bulak Banteng, namun Mat Mochtar sebagai tokoh masyarakat setempat berhasil mengundang Tri Rismaharini Walikota Surabaya dan M Mahmud ketua DPRD Surabaya untuk hadir sekaligus meresmikan start pembangunannya.

SURABAYA (SPNews) – Dalam acara persemian Masjid Riyadhus Sholihin di jalan Bulak Banteng Bandar Rejo Kecamatan Kenjeran yang dihadiri sejumlah pejabat pemkot Surabaya termasuk Walikota dan Ketua DPRD Surabaya, sebagai tokoh masyarakat setempat Mat Mochtar meminta agar masyarakatnya tidak lagi diusik soal penempatan lahan yang saat ini telah di tempati sebagai pemukiman.

“perlu diketahui bahwa lahan yang ditempati Masjid ini dan pemukiman warga sekitar telah di lengkapi dengan hak kempemilikan tanah berupa surat petok D bahkan ada yang sudah bersertifikat, untuk itu saya minta kepada institusi TNI AL untuk tidak lagi mempersoalkan, bahkan seharusnya justru turut melindungi masyarakat karena merupakan amanah UU, jangan sampai kita terusir dari negeri sendiri,” jelas Cak Mat panggilan akrab Mat Mochtar (MM).

Dalam pembelaannya Mat Mochtar mengatakan bahwa masalah lahan pemukiman warga adalah menyangkut hak seorang warga Negara untuk mendapatkan rumah tinggal di negerinya sendiri.

“ini yang menempati warga negara Indonesia, dan tanah ini bukan milik nenek moyangnya sendiri, jika sudah menyangkut hak warga Negara untuk memperoleh sandang, papan dan pangan itu menjadi kewajiban pemerintah termasuk para petinggi institusi TNI AL,” tegas tokoh masyarakat Bulak Banteng yang aktif membantu kegiatan PDIP di wilayahnya.

Mendengar sambutan M Mahmud ketua DPRD Surabaya yang menyinggung soal rentetan kejadian dan polemic atas pengelolaan kebun binatang Surabaya (KBS), Mat Mochtar berpendapat bahwa KBS adalah ikon masyarakat kota Surabaya yang wajib di pertahankan.

“KBS itu adalah ikon kota Surabaya yang harus tetap dipertahankan sebagai milik pemkot Surabaya, jangan biarkan siapapun yang akan merubah lokasi itu menjadi yang lain baik pusat perbelanjaan, hotel atau restauran,“ tandasnya.

Tidak hanya itu, Mat Mochtar juga menuding bahwa ada scenario besar dibalik semua kejadian di KBS dengan tujuan menguasai dan merubah lokasi KBS menjadi kepentingan bisnis.

“saya sangat meyakini bahwa di balik perstiwa yang terjadi di KBS akhir-akhir ini terdapat scenario besar dengan tujuan menguasai lokasi KBS untuk kepentingan lain, saya minta kepada seluruh pejabat dan masyarakat kota Surabaya untuk bergandengan tangan melawan ke dholiman ini, apalagi sampai jatuh ke tangan orang asing,” tuidng MM dengan yakin. (q cox)

Reply