River dan IRIS ITS Juarai KRI 2018 Regional IV

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tim robot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih juara untuk divisi Kontes Robot ABU-Robocon Indonesia (KRAI) dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda dalam final Regional IV Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Ketua Tim River ITS Edo Kesuma Putra, mengatakan, hampir satu tahun River melakukan riset terhadap robot yang mereka gunakan. Hingga hari H pertandingan, perubahan-perubahan terus dilakukan. “Kondisi robot harus bagus sebelum bertanding,” katanya.

River juga mengamati cara bermain musuh untuk mengambil strategi. “Semua permainan kami rekam. Apakah kami harus memasang mode terbaik kami, ataukah standar saja dalam menghadapi musuh tersebut,” sambung Edo.

Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, kategori dalam KRI 2018 tetap sama. Begitu juga dengan tema dalam divisi KRAI yang mengikuti tema ABU Asia-Pasific Robot Contest 2018 yang akan diselenggarakan di Vietnam, setelah gelaran jawara KRI Nasional terpilih.

Dari divisi KRAI, diwakili tim River, ITS juga berhasil menjadi juara pertama. Tepat sesuai dengan target yang tim River tentukan sebelumnya, River berhasil mencapai Rong Bay (tugas komplit sesuai tema, red) dalam waktu hanya 39 detik saat final. Bahkan saat perdelapan final melawan tim Dewa Ruci dari Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya (PPNS) berhasil mencatatkan waktu 36 detik.

Sesuai dengan strategi yang telah dirancang, Tim River pasang mode cepat di hari pertandingan. Saat running test di hari sebelumnya, tim River pun mampu meraih Rong Bay dalam waktu 42 detik, meskipun dipasang dengan mode lambat.

Di babak final ini, River melawan peraih waktu terbaik selama running test yaitu tim IRTONAS’64 dari Universitas Jember. Di babak final ini, kedua tim sama kuatnya. Namun, di waktu 39 detik tim robot River ITS berhasil meraih Rong Bay.

Sementara Tim robosoccer ITS, IRIS, berhasil menjadi jawara divisi KRSBI Beroda setelah mengalahkan Universitas Brawijaya (UB) dengan skor 2-1 di babak final.

Ketua Tim IRIS ITS Muhammad Azhar Ismail, mengatakan, hasil yang mereka peroleh selaras dengan perjuangan yang telah dilakukan. Selama hampir enam bulan, mereka menggarap robot beroda ini. “Di hari pertandingan, kami memperbanyak doa juga,” ungkapnya

Sedangakan Robot tari milik ITS tapil memukau saat alunan musik tari Remo pun perlahan berbunyi. Seolah paham bila sudah saatnya menari, dua robot VI-Rose milik ITS ini pun mulai menggerakkan kedua tangannya. Bergerak senada, kedua robot perempuan ini menarikan Remo dengan lemah gemulai. (q cox, Tama Dinie)

Reply