Rumah Warga Dukuh Pakis Remuk Tertimpa Tiang dan Gardu Listrik

Warga Dukuh Pakis VI Surabaya digegerkan dengan insiden jatuhnya tang dan gardu listrik, karena menimpa rumah warga. Masyarakat sekitar menuding bahwa musibah yang terjadi akibat pengerjaan proyek gorong-gorong di lokasinya.

SURABAYA (SPNews) – Sebuah rumah kos di Dukuh Pakis VI tertimpa tiang dan gardu listrik. Robohnya tiang dan gardu diduga adanya proyek penggalian gorong gorong. Beruntung kejadian yang terjadi pada Sabtu (15/8/2015) dinihari ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban, hanya Salimah (55) pemilik rumah kos alami kerugiaan materiil.

“Kejadiannya sekitar pukul 02.50 WIB, saat itu ada angin kencang, tiba tiba tiang dan gardu itu roboh dan seluruh listrik padam,” kata Yohanes pada detikcom yang saat kejadian sedang begadang bersama dua warga lainnya.

Warga Dukuh Pakis VI ini menduga robohnya tiang dan gardu listrik diduga kuat karena proyek galian gorong gorong yang baru dimulai pada Jumat (14/8) pagi. “Kan tepat di samping bawah gardu itu digali untuk pembuatan gorong gorong sehingga tidak ada tumpuan dan ditambah angin yang lumayan kencang saat kejadian,” imbuhnya.

Kini petugas PLN sedang mengevakuasi tiang dan gardu yang menimpa atap rumah milik Salimah dan mematikan sementara aliran listrik untuk kawasan Dukuh Pakis. Sedangkan proyek gorong gorong dihentikan sementara.

“Setelah kita evakuasi, listrik akan kembali nyalakan dengan menggunakan genset,” ujar Manager PLN Dukuh Kupang, Irsan Sitorus dalam pesan singkatnya.

Lantas, Salimah (55) pemilik rumah yang tertimpa tiang dan gardu listrik menuntut tanggung jawab kontraktor pelaksana proyek gorong gorong. “Kalau tidak bisa perbaiki seperti semula. Saya minta ganti rugi,” kata janda anak satu ini pada detikcom, Sabtu (15/8/2015).

Sementara Ketua RT 08 RW 03 Kelurahan Dukuh Pakis, Masrur mengungkapkan, jika pihak kontraktor pelaksana proyek siap bertanggung jawab dengan membangun rumah warga rusak akibat tertimpa tiang dan gardu listrik.

“Tadi sudah kita rembuk bersama anak bu Salimah dan kontraktor. Pihak kontraktor siap membangun ulang rumah bu Salimah setelah pihak PLN selesai mengevakuasi tiang dan gardu,” ujarnya.

Masrur mengungkapkan, proyek pelebaran gorong gorong di kampungnya baru dimulai Jumat (14/8) pagi. Ia berharap ada jaminan dan kehati-hatian dari pelaksana proyek pasca robohnya tiang dan gardu PLN serta menimpa sebuah rumah hingga mengalami kerusakan.

“Terus terang warga masih trauma dengan kejadian ini. Kita minta supaya dalam pengerjaan proyek, pelaksana lebih hati hati dan penuh perhitungan,” harap Masrur. (q cox)

Reply