Sambangi Warga di Pasar Nongkojajar, Khofifah : Butuh Pengembangan Vertikal

PASURUAN (Suarapubliknews.net) – Kampanye Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mulai menyisir wilayah tapal kuda. Hari ini, cagub paslon nomor urut satu itu bakal seharian keliling Pasuruan untuk kampanye.

Seperti biasa, titik yang pertama ia tuju adalah pasar tradisional, yaitu Pasar Nongkojajar. Begitu sampai di sana, Khofifah langsung diserbu warga baik pedagang maupun pembeli yang ada di sana.

“Saya fansnya Bu Khofifah dua kali pemilihan gubernur saya juga memilih Bu Khofifah. Beliau sederhana, merakyat,” kata Dewinta, salah satu warga yang ada di Pasar Nongkojajar usai berswa foto dengan Khofifah.

Respon antusias juga disampaikan oleh para pedagang di Pasar Nongkojajar. Bahkan demi ingin foto dengan Khofifah, dagangannya rela ditinggal. Ada pula pedagang yang sampai anaknya ditinggal menangis demi swafoto dengan Khofifah.

Namun beberapa warga yang lain tampak menanyakan cawagub pasangan Khofifah, yaitu Emil Elestianto Dardak. “Wah kok Pak Dardak nggak ikut, padahal ingin foto sama Bupati ganteng,” celetuk salah seorang pedagang bersama Nur Hidayati itu.

Lebih lanjut, selama blusukan menyapa warga, Khofifah mengaku juga dicurhati beberapa pedagang. Salah satunya, pedagang yang tidak tertampung di Pasar Nongkojajar.

Mereka terpaksa berjualan dengan tidak tenang lantaran sering digusur oleh Satpol PP. Hal itu menjadi perhatian Khofifah tentang pasar tradisional di Nongkojajar Pasuruan.

“Saya rasa masalah itu bisa diatasi dengan menginventarisir jumlah booth atau stan yang ada di pasar ini, lalu dikorelasikan dengan pedagang yang butuh berjualan di pasar ini,” kata Khofifah.

Menurutnya luasan Pasar Nongkojajar ini cukup luas. Misalnya jika dihitung kasar di sini ada 9000 peragang, maka dibagi dengan kondisi space stan 2 kali 2 meter, maka akan ketemu berapa jumlah pedagang yang misalnya belum terbagi stan di dalan pasar.

“Space pasar bisa ditambah dengan membangun pasar secara vertikal. Sebab kalau di pasar ini ekspansinya harus ke atas bukan samping, atau bisa juga dengan mengurangi space stan jadi 2 kali 1,5 meter,” ucap Khofifah.

Dengan pengembangan pasar itu, maka menurut, pedagang yang sudah terdata dan biasa berjualan di sana akan terindentifikaai. Mereka juga akan terlindungi, dan pasar akan menjadi lebih kondusif.

Sebab menurutnya pasar menjadi salah satu pusat ekonomi riil bergerak. Hidupnya pasar harus dijaga dan ditata kondusifitasnya. Sehingga nantinya bisa membuat suasana jual beli di pasar lebih nyaman. (q cox)

Foto: Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa blusukan kampanye di Pasar Nongkojajar, Pasuruan, Jumat (2/3/2018) pagi.

Reply