Sasar Kalangan Pesantren, PKS Terus Gelar Kajian Kitab Kuning

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Kajian kitab kuning kini menjadi andalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menarik sampatik masyarakat. Terutama kalangan pesantren. Bahkan, beberapa waktu lalu, partai berazaskan agama Islam ini bahkan menggelar lomba membaca kitab kuning tingkat nasional.

Tidak hanya itu, di seluruh DPW dan DPP PKS, kegiatan serupa juga digelar dengan bentuk dan format berbeda-beda. Terbaru adalah Kajian Bersama Kitab Kuning DPD PKS di Tambakwedi bertajuk “Surabaya Mengkaji Kitab Kuning” kemarin. PKS menggelar kajian kitab kuning singkat dengan warga setempat.

Sontak saja, kegiatan ini membuat ‘kaget’ sejumlah kalangan. Sebab, tidak biasanya PKS konsen dengan tradisi pesantren. Atas hal itu pula, muncul pandangan miring dari sejumlah masyarakat, terutama lawan politik.

Alasanya, kajian kitab kuning punya tujuan politik, yakni untuk mencari simpatik masarakat. Mereka sengaja melebarkan sayap ke kalangan nahdliyin dan pesantren yang kental dengan kajian kitab salaf (tradisonal) tersebut. Tidak lagi eksklusif membidik kelompok akademisi seperti selama ini terjadi.

Menanggapi rumor tersebut, Ketua Bidang Pembangunan Umat (BPU) Partai PKS Jawa Timur (Jatim), Ibnu Sobir, hanya tersenyum. Menurutnya, sah-saha saja orang beranggapan apapun atas kegiatan PKS itu. Yang pasti kata dia, kegiatan PKS atas kajian kitab kuning adalah murni untuk menghidupkan buda nyantri di masyarakat.

“Kalau ternyata masyarakat sepakat dan mencoblos PKS setelah ikut kajian kitab kuning ya Alhamdulillah. Tetapi kalau tidak ya inna lillah,”katanya sambil tertawa.

Lebih jauh, kata Sobir, kajian kitab kuning sejatinya untuk menghidupkan kembali budaya khas Islam Jawa yakni “Nyantri”. Sebab, kata dia disadari ataupun tidak tradisi itu mulai luntur dikalangan masyarakat. Padahal budaya tersebut merupakan alat pembelajaran untuk mendalami masalah agama Islam.

Oleh sebab itu pihaknya menginisiasi program Surabaya Menkaji Kitab Kuning sebagai upaya untuk menggaungkan kembali budaya nyantri sekaligus mengapresiasi para santri yang masih setia melanjutkan budaya khas islam jawa tersebut.

“Surabaya menkaji Kitab Kuning ini kami gagas sebagai upaya kami bersama masyarakat menggaungkan kembali budaya nyantri sekaligus mengapresiasi para santri yang telah setia menjaga tradisi,”ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini menjelaskan, kegiatan ini telah dilakukan diseluruh Jatim dan di surabaya adalah tindak lanjut dari kegiatan yang digelar oleh jatim.

“Insya allah program ini menjadi program yang kontinyu dan dengan target setiap kabupaten satu kegiatan,”tandasnya.

Sementara itu, menurut Ketua DPD PKS Surabaya Ahmad Suyanto, agama itu harus dipelajari, salah satunya adalah dengan mengaji dan mengkaji. Kitab kuning merupakan sumber agama selain al-quran dan al hadits.

“Mudah-mudahan setelah mengaji dan mengkaji, ilmu kita bertambah banyak,”ujarnya, kemarin.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menjalaskan, mengaji kitab kuning ini juga sebagai upaya kita meramaikan bulan suci ramadhan dan memperingati nuzulul Qur’an.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya kami untuk meramaikan bulan suci Ramadhan serta memperingati Nuzulul Qur’an,”ungkapnya.(q cox, II)

Reply