Siap Digelar, Tenda Bazar Ramadhan 2018 Telah Berdiri di Area Fasum Masjid Al-Akbar

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tenda untuk kegiatan bazar Ramadhan tahun 2018 telah berdiri tegak di sebagian badan jalan sekitar Masjid Agung Al-Akbar Surabaya (MAS) yang merupakan wilayah area milik jalan Pemkot Surabaya. Jumat (11/5/2018)

Menurut Johanis Saiya Ketua LSM Garuda RI, tenda yang didirikan saat ini jelas akan mengganggu kepentingan publik, karena di saat bulan Ramadhan, umat muslim yang menunaikan ibadah sholat taraweh di MAS membludak dan membutuhkan area parkir yang luas.

“Jika muncul ijin keramaian di lokasi itu, maka bertentangan dengan perda pemkot no. 2 tahun 2014, UU Lalu Lintas dan PP no. 60 tahun 2017, oleh karenanya kami tidak akan berdiam diri,” protesnya.

Sebelumnya, Johanis Saiya Ketua LSM Garuda RI mengingatkan kepada semua pihak, terutama manajemen Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) untuk mengembalikan fungsi Masjid sebagaimana mestinya, yakni untuk kepentingan ibadah. Bukan untuk dijadikan sarana komersil.

Bahkan Joni-sapaan akrab Johanis Saiya- juga menyampaikan bahwa ijin keramaian yang didapat dari Polrestabes Surabaya hanya untuk lahan di dalam, dengan batas pagar Masjid, jadi untuk yang di luar yakni area fasum (pedestrian dan jalan), belum dikeluarkan, karena belum ada ijin dari pemkot Surabaya

Sebaliknya, Siti Fatonah (SF) salah satu panitia penyelenggara, mengatakan bahwa seluruh perijinan bazar ramadhan telah diselesaikan oleh manajemen MAS dan PWNU.

“Semua sudah diselesaikan penyelenggara…masjid dan PWNU,” Jawabnya saat dikonfirmasi media ini terkait perijinannya, yang kemudian meminta media ini agar bertanya kepada Gus Ubed. “Maaf Jenengan bisa hub Gus Ubed,” imbuhnya. (q cox)

Reply