Smartphone Gawai Utama, 67% Orang Indonesia Pernah Kehilangan Data

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kehilangan data di smartphone selalu menjadi momok bagi penggunannya. Menurut survei oleh DEKA yang dikomisikan oleh Western Digital Corp. Berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey, 67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone mereka.

Research Manager dari firma riset DEKA, Anggun Komala Sari mengatakan konsumen Indonesia sering menghadapi masalah kehilangan data penting dan keterbatasan pada smartphone.

“Sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Umumnya, masyarakat Indonesia menggunakan smartphone dengan memori internal 16-32 GB (56% responden). Namun, tentu kapasitas ini tidak akan cukup untuk menampung simpanan foto dan video yang terus bertambah di smartphone,” katanya.

Responden yang lebih muda cenderung lebih banyak menggunakan smartphone mereka untuk lebih banyak fungsi, mulai dari gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online. Menariknya, survey ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti ‘kamera’.

Lebih dari 90% responden yang memiliki smartphone mengatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan smartphone untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon (87%) atau chatting (72%). Akibatnya, data yang ada pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto (98%) dan video (79%).

Kapasitas terbatas ini menyebabkan para responden terpaksa menghapus data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan dan hampir semua responden yang mengalami masalah ini mengaku merasa kesal saat ponsel mereka kehabisan kapasitas memori.

Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data mereka. Beberapa di antaranya adalah memori yang penuh sehingga mereka harus menghapus data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, atau kehilangan perangkat.

“Walaupun sebanyak 67% responden pernah mengalami kasus kehilangan data sebelumnya, hanya sepertiga dari mereka yang rutin melakukan pencadangan atau back up data sebulan sekali (atau lebih). Ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum memiliki rencana atau jadwal back-up yang teratu,” lanjut Anggun.

Channel Sales Manager dari Western Digital, Soetrisno Poerwadi mengatakan Western Digital menawarkan solusi lengkap mobile storage dengan brand SanDisk, yaitu SanDisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives.

“Selama ini banyak yang berpikir bahwa proses pencadangan atau back up data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu. Sehingga jarang dilakukan. Karena itu kami luncurkan SanDisk USB ini,” katanya.

Adapun kelebihan dariUSB ini diantaranya Bebaskan Memori Penyimpanan di Smartphone, Plug and Play yang Praktis, Lakukan Back-up untuk Konten Media Sosial, Upgrade Smartphone untuk Menambah Kapasitas

“Saat ini kami lakukan sosialisasi produk untuk peningkatan penetrasi di pasar. Apalagi kebutuhan produk untuk memback up atau penyimpan file di smartphone saat ini, cukup tinggi,” tutup Soetrisno. (q cox, Tama Dinie)

Reply