Suko Widodo Kritisi Pelaksanaan Debat Publik Pilkada Jatim 2018

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – KPU Jatim telah selesai melaksanakan tahapan debat publik perdana 2018 pada Selasa (10/4/2018) di Dyandra Convention Hall Jl. Basuki Rahmat Surabaya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini terbilang sukses karena proses persiapan hingga pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala, termasuk tim pengamanan yang dikendalikan oleh Polrestabes Surabaya.

Namun belakangan, nitizen diberbagai media sosial masih belum berhenti memberikan komentar, terutama soal sesi pertarungan antar Cawagub yakni Emil Dardak dan Puti Guntur Soekarno.

Pasalnya, keduanya terkesan dibebaskan menyampaikan argumentasinya tanpa henti oleh pemandu acara, meskipun akibatnya, suara keduanya mulai tidak jelas karena berbicara dalam waktu yang sama alias tabrakan.

Terkait kejadian ini, Suko Widodo pakar komunikasi Unair dengan tegas mengatakan jika akhirnya publik tidak mendapatkan apapun dari kedua pasangan calon.

“Publik nggak dapat apa-apa dari kedua pihak, harusnya KPU Jatim membuat rundown dan tata cara debat yang memungkinkan kedua pihak bisa mengesksplor visinya secara utuh,” tuturnya kepada Suarapubliknews.net. Kamis (12/4/2018)

Untuk itu, Dosen Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang juga Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (UNAIR) ini memberikan masukan kepada KPU Jatim sebagai penyelenggara, agar menetapkan tata aturan secara jelas.

“Bisa menyampaikan informasi yang bisa dipahami publik, demikian juga dengan pemandunya, mereka harusnya paham dengan baik persoalan yang sedang dibahas,” tandasnya. (q cox)

Reply