Syamsul Arifin Tuding Masduki Toha Sebarkan Berita HOAX

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Mantan Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin yang domisioner pada tanggal 21 Maret 2018 lalu, dengan tegas mengatakan bahwa kabar soal terbitnya SK DPP terkait kepengurusan DPC PKB Surabaya adalah berita bohong alias hoax.

“Terkait isu terbitnya SK kepengurusan DPC PKB Surabaya yang di hembus Masduki Toha, Musyafak dkk, adalah berita Hoax, karena tidak mungkin partai sebesar PKB, DPP memerintahkan menyusun kepengurusan DPC PKB lewat HP/Phone cell,” ujar Cak Syamsul Ketua DPC PKB Surabaya. Rabu (23/5/2018)

Dia menceritakan, bahwa pada hari Selasa (22/5/2018), dirinya mendapatkan kabar dari Ketua LPP PKB Kota Surabaya H.Satuham Akbar jika mendapatkan undangan untuk kegiatan di Jl.Dukuh Kupang Timur.

“Beliau (H.Satuham Akbar-red) meminta saya hadir di acara tersebut dengan mengatakan “ayo ngopi bareng”,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut Cak Syam-sapaan akrab Syamsul Arifin, bahwa kegiatan tersebut juga mengundang sekaligus menjemput mantan ketua Dewan Syura KH.Usman Yasin di kediaman.

“Dengan mengatakan ada acara istigosah, namun ketika acara dimulai ada keganjilan yang beliau rasakan dalam acara itu,” tambahnya.

Masih Cak Syam, dan pada saat itulah Musyafak Rouf membacakan sebuah tulisan yang ada di HP milik Maslan Mansyur anggota fraksi PKB, dengan mencatut nama Cak Imin (Muhaimin Iskandar Ketum PKB-red).

“Disampaikan bahwa isinya untuk menyusun kepengurusan DPC dan LPP PKB Kota Surabaya, sementara Musyafak sebagai ketua dan Mazlan Mansyur sebagai sekertaris dan lain-lain,” ceritanya.

Dan saat itu pula, kata Cak Syam, saya mendapatkan laporan dari pak Satuham. Bahkan dia juga menyampaikan jika dirinya dan KH.Usman Yasin merasa kecewa karena merasa telah dibohongi oleh mereka.

“Akhirnya mereka pulang sendiri tanpa diantar, dan rasa kecewa itu muncul karena beliau tidak melihat adanya SK seperti yang di sampaikan Musyafak,” jelasnya.

Untuk itu, saat ini Cak Syam mulai mempertanyakan, ada apa dibalik semua sepak terjang Musyafak Rouf, Masduki Toha dan Mazalan Mansyur dkk ini, apalagi pemberitaannya muncul di sejumlah media.

“Ada agenda apa dibalik ini semua, kok mereka secara terus menerus dan masif membuat gaduh di internal PKB padahal kita saat ini dihadapkan oleh agenda penting memenangkan Gus Ipul -Puti dalam Pilgub 2018,” tanyanya.

Menurut Cak Syam, pemberitaan tersebut mendapatkan tanggapan keras dari Yoyok Ketua Barak Bangsa Surabaya yang juga seorang penggiat gerakan anti korupsi.

“Saya akan melawan serta mundur dari gerbong PKB jika mantan napi korupsi memimpin PKB Surabaya,” tutur Cak Syam menirukan pernyataan Yoyok.

“Apa kata masyarakat jika partai besutan Gus Dur, tapi didalamnya ada mantan napi korupsi yang sempat buron kok bisa memimpin PKB,” imbuhnya.

Disisi lain, Cak Syam justru sangat mengapresiasi semangat LPP yang telah sukses meloloskan verifikasi sipol di KPU, yang saat ini capaiannya telah mencapai 90 persen, termasuk menyelesaikan tugasnya dalam menyusun serta menjaring caleg dari PKB di pemilu 2019. (q cox)

Reply