Taman Safari Prigen Kembali Gelar Safari Run 2018

PASURUAN- PRIGEN (Suarapubliknews.net) – Taman Safari Prigen (TSP) kembali menggelar kompetisi lari bergengsi, Safari Run 2018. Safari Run yang telah diadakan untuk kali empat ini mengajak peserta untuk berlari bersama satwa liar dengan melewati beberapa exhibit. Sabtu (6/5/2018)

Marketing Comunication Manager TSP, Ashrully Setia mengatakan ada sekitar 1.000 peserta Safari Run mendapatkan kesempatan untuk berlari sembari berinteraksi bareng satwa liar. Bahkan tak jarang mereka berhenti sejenak untuk selfie dengan koleksi satwa TSP.

“Safari Run 2018 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya kategori Kids Dash, yaitu anak-anak usia 6-13 tahun yang didampingi orang tua. Jarak kategori Kid Dash sepanjang tiga kilometer ini memiliki rute jalan yang menantang,” katanya.

Selain kategori Kid Dash, ia menambahkan Safari Run 2018 juga memiliki kategori Dewasa dengan jarak sepanjang 10 kilometer. Rute yang dilalui pun tidak kalah menantang dibandingkan kategori Kids Dash yaitu melewati jalanan menanjak dan menurun, exhibit satwa, hingga hutan pinus.

Menurut dia, Safari Run yang bertemakan “The Happiest Run in Indonesia” ini selain menyuguhkan lebih dekat dengan satwa, TSP juga menghadirkan momen keakraban bareng keluarga. Momen ini bisa terlihat dari peserta Kids Dash. Kekompakan antara anak dengan orang tua akan nampak karena saling mendukung satu sama lain hingga garis finish.

“Dengan adanya Safari Run ini maka menandakan jika konservasi bisa bersanding dengan lifestyle atau gaya hidup di era saat ini. Konservasi lifestyle akan menjadikan masyarakat merasa dekat dan memiliki kepedulian terhadap satwa dan lingkungan,” paparnya.

Peserta Safari Run kategori Kids Dash, Gisam Fahrezi menuturkan jika rute yang dialuinya sangat menantang lantaran harus melewati jalur yang menanjak. Meskipun kelelahan, namun peserta asal Surabaya tersebut bisa menjuarai Kategori Kids Dash Safari Run tahun ini.

“Rute menanjak dan menurun ini merupakan pengalaman pertama bagi saya mengikuti lomba lari. Biasanya rute-rute yang saya ikuti hanya datar seperti jalan pada umumnya,” tandasnya yang juga didampingi oleh pelatihnya, Wahyu Bangkit dari GSR Runner Surabaya. (q cox)

Reply