Terdakwa dan Jaksa Kompak, Bhimo Terancam Hukuman Ringan

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Bhimo Soenaryo Putro, terdakwa perkara kepemilikan sabu nampaknya tak lama lagi bisa bernafas lega. Pasalnya saat diperiksa sebagai terdakwa, Bhimo mengaku dirinya merupakan pemakai sabu. Hal itu kian diperkuat saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis menunjukkan hasil tes urine Bhimo yang positif.

Pada sidang kali ini, Bhimo menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Dalam keterangannya, Bhimo mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli dari seseorang. “Sabu itu punya saya, saya beli dengan harga Rp 600 ribu,” katanya pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Kepada majelis hakim, Bhimo juga membenarkan pernyataan jaksa Darwis yang menyebut hasil tes urine dirinya positif mengadung narkotika. “Benar ya saat kamu dites urine hasilnya posifit?” tanya jaksa Darwis kepada Bhimo.

Mendapati pertanyaan tersebut, Bhimo tanpa berpikir panjang langsung mengiyakannya. “Iya benar,” jawab Bhimo kepada jaksa Darwis.

Selain itu, jaksa asal Palembang ini juga mengungkapkan, tes urine positif pantaran Bhimo baru saja mengkonsumsi barang haram tersebut. “Kapan terakhir kamu pakai (sabu)?” tanya jaksa Darwis kepada Bhimo.

Kepada jaksa Darwis, Bhimo mengaku sebelum ditangkap polisi dirinya telah lebih dulu mengkonsumsi sabu. “Sebelum ditangkap polisi saya pakai sabu,” kata Bhimo.

Sementara itu dalam dakwaannya, jaksa Darwis mendakwa Bhimo atas perbuatannya tanpa hak menawarkan menjual, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu. Bhimo sendiri ditangkap polisi saat berada di rumahnya di Jalan Penjaringan Sari, Surabaya pada November 2017.

Kemudian polisi melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti diantaranya, satu poket sabu seberat 0,222 gram, alat hisap sabu, dan handphone. Atas perbuatannya, Bhimo dijerat Pasal 114 ayat 1, Padal 112 ayat 1, dan Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (q cox)

Teks foto: Terdakwa Bhimo Soenaryo Putro saat jalani persidangan di PN Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Reply