Terima Surat Peringatan dari Walikota, Dirut RPH: Kami Jadikan Motivasi Diri dan Perusahaan

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Konflik internal antar direktur di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirikan yang merupakan salah satu BUMD milik Pemkot Surabaya sepertinya belum juga mendapatkan titik temu.

Belakangan beredar kabar jika Direktur Keuangan dan Direktur Jasa dan Niaga diduga telah berkonspirasi untuk menjatuhkan posisi Teguh Prihandoko sebagai Direktur Utama.

Tuduhan ini diperkuat dengan terbitnya surat teguran Wali Kota Surabaya yang konon merupakan respon dari surat pengaduan dua direktur tersebut.

Dalam surat teguran yanh diterimanya pada hari Senin 26 Februari 2018 itu, Wali Kota Surabaya menganggap bahwa Teguh sebagai Dirut dianggap tidak mampu mengelola RPH.

Saat dikonfirmasi, Teguh Prihandoko mengakui jika dirinya telah mendapatkan surat teguran dari pimpinan langsungnya yakni Wali Kota Surabaya.

“Memang benar, saya diberi surat peringatan oleh Walikota Surabaya, agar lebih bisa kerja secara profesional dan bisa meningkatkan kerja sama ,” ujarnya

Oleh karenanya Teguh berusaha untuk lapang dada dan menjadikan surat peringatan tersebut sebagai wujud dukungan dan  motivasi Wali Kota sekaligus introspeksi bagi dirinya agar kedepannya bisa bekerja lebih baik.

“Secara profesional, tidak ada masalah karena selama ini perusahaan juga bisa berjalan sebagaimana mestinya, namun demikian saya tetap berharap agar kerjasama antar direksi ini bisa kembali terjalin harmonis, bagaimanapun caranya, yang salah satunya dengan tidak mengedepankan ego masing masing,” harapnya. (q cox)

Reply