Teroris Jancuk….Jihadmu itu Salah, ….Arek Suroboyo “Wani”

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Insiden bom bunuh diri yang dilakukan kaum radikal di tiga Gereja di Surabaya mengusik ketentram warga. Kini ratusan pemuda dari berbagai eleman berkumpul di Tugu Pahlwan dengan pernyataan “bersatu untuk melawan” segala kejahatan terutama kaum teroris.

Berkumpulnya ratusan warga dari berbagai etnis dan agama di Tugu Pahlawan ini merupakan aksi spontan yang dilakukan karena merasa terusik, geram sekaligus marah kepada siapapun yang mendukung aksi bom bunuh diri yang mengorban sejumlah warga Surabaya yang sedang beribadah.

Acara spontan ini dipandu oleh Cak Kus-sapaan akrab Kusnan, yang terus memanggil seluruh perwakilan elemen masyarakat dengan latar belakangan etnis dan agama apapun agar menyampaikan suara hatinya dalam menanggapi aksi bom bunuh diri yang mengguncang Kota Pahlawan.

“Teroris Jancuk….Jihadmu itu Salah, ….Arek Suroboyo “Wani”, pemahamanmu soal Al Qur An dan Hadist itu salah, pemahaman tafsirmu itu juga salah, karena agama Islam tidak pernah mengajarkan untuk membunuh, bahkan sebaliknya harus melindungi mereka yang minoritas,” teriak salah satu perwakilan Ormas Islam. Minggu (13/5/2018)

Hal senada juga disampaikan Ketua GP Ansor Surabaya H.M Faridz Afif saat naik panggung dan beorasi. “Kita dukung dan kita bantu aparat keamanan untuk menyelesaikan masalah teroris,” ucapnya.

Sejumlah perwakilan warga dari berbagai etnis dan agama serta ormas diberikan kesempatan untuk naik ke panggung dan berorasi. Tak lama kemudian muncul Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya di tengah kerumunan massa.

“Saya mengutip pernyataan Bung Tomo, jika banteng-banteng Suroboyo yang berdarah merah disatukan secarik kain putih, maka tidak satupun yang bisa mengganggu Suroboyo,” katanya.

Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini juga menyampaikan 5 sikap warga Kota Surabaya terkait insiden bom bunuh diri, yakni:

  1. Mengutuk keras aksi teroris yang menyerang beberapa gereja di Surabaya dengan hastag #Suroboyowanirek.
  2. Mendukung apart Hankam negara agar segera menangkap dalan dan pelaku aksi teror di Surabayaserta meningkatkan kepekaan/kewaspadaan terhadap potensi tindak terorisme
  3. Mendorong pemerintahan Presiden Jokowi agar segera menerbitkan Perppu Anti Teroris
  4. Mendukung pemerintah dan seluruh institusi baik negeri maupun swasta agar segera membersihkan lembaganya dari oknum-oknum berpaham radikal dan khilafah
  5. Mengajak seluruh individu dan kelompok masyarakat se Indonesia agar berani melawan aksi radikal dengan cara lebih berpartisipasi aktif membantu negara dalam mengidentifikasi potensi aksi/pelaku teror baik sel aktif maupun sel tidur demi menjaga tegaknya NKRI tercinta.

Untuk diketahui, beberapa jam yang lalu terjadi insiden bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel pada pukul 06.30. Bom meledak di Gereja kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15, dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53.

Bom di GKI Jalan Diponegoro diledakkan oleh seorang perempuan yang membawa dua anak. Sebuah bom diketahui melilit di paha salah satu korban anak yang meninggal dunia tersebut. (q cox)

Berikut rekaman videonya:

Reply