Wujudkan Kereta Cepat, PT INKA Gandeng ITS Adakan Riset

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Memasuki era industri 4.0, transportasi menjadi unsur penting dalam penunjang kehidupan masyarakat. Kecepatan dalam segala hal menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang.

Direktur Utama PT INKA, Ir Noviantoro mengatakan selain mengatasi permasalahan transportasi, kereta cepat juga dibutuhkan disebabkan adanya transformasi budaya masyarakat modern.

“Kecepatan dalam segala hal menjadi syarat utama untuk tetap dapat mengikuti zaman teknologi digital ini. Termasuk dalam hal transportasi yang menjadi penentu efisiensi aktivitas sehari-hari masyarakat,” katanya.

Program kereta cepat ini hangat diperbincangkan di kalangan pemerintah. Imbauan untuk mengeksekusi program ini dalam waktu dekat terus diterima oleh PT INKA. Pemerintah saat ini sangat menyoroti dan serius menggarap program ini.

“Hal ini merupakan sebuah peluang besar bagi suksesnya mimpi transportasi masa depan,” lanjutnya saat kuliah tamu tentang kereta cepat yang merupakan program INKA Goes to Campus di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Namun sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Dibutuhkan banyak SDM profesional untuk turut berkontribusi membantu program kereta cepat ini. Noviantoro pun mengaku terus mengusahakan pemberdayaan SDM melalui beberapa programnya.

“Kami membutuhkan bantuan dari perguruan tinggi untuk melakukan berbagai riset untuk menunjang program ini,” imbuh Noviantoro yang dalam kesempatan ini juga memberikan bantuan dana pendidikan kepada Kepala Departemen Teknik Sipil ITS Tri Joko Wahyu Adi.

Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian (FTSLK) ITS, IDAA Warmadewanthi ST MT PhD menuturkan bahwa mahasiswa diharapkan dapat mengetahui teknologi baru terutama yang tengah dikembangkan oleh PT INKA.

“Guna meningkatkan keahlian yang ditekuni mahasiswa, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti halnya PT INKA ini,” tandasnya.

ITS saat ini sudah berada pada Pendidikan Berbasis Laboratorium (Laboratory Based Education). Ini berarti, ujung tombak pengembangan kurikulum institut berada pada aktivitas di dalam laboratorium.

“Dengan hal ini, diharapkan pengembangan wawasan dan berbagai kerjasama dengan PT INKA ini dapat membantu berhasilnya sistem pendidikan tersebut,” tukas dosen Teknik Lingkungan ini.

Noviantoro kembali menerangkan bahwa program ini ia targetkan akan dimulai proses produksinya pada tahun 2025 mendatang. Sedangkan peluncuran produk sebagai transportasi masal ditargetkan maksimal lima tahun setelahnya, yakni tahun 2030. (q cox, Tama Dinie)

Reply