Wujudkan Misi Nawa Bhakti Satya, Gojek Teken MOU Dengan Pemprov Jatim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Mendukung pembangunan Jawa Timur melalui penguatan potensi ekonomi digital, Gojek sebagai perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara bersama dengan GoPay, menandatangani nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur dalam pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik di Jatim.

Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group, Shinto Nugroho mengatakan dalam kolaborasi strategis ini Gojek sebagai perusahaan super-app terdepan di Asia Tenggara, mendapatkan kesempatan dari Pemprov jatim untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan melalui solusi teknologi dan inovasi.

“Melalui kerja sama ini, tidak hanya berkolaborasi dalam digitalisasi dan peningkatan promosi produk koperasi dan UMKM dalam program Gojek Wirausaha, tetapi juga dalam bidang lain seperti pengembangan pembayaran layanan publik non tunai melalui GoPay, pengembangan promosi pariwisata melalui GoTix, platform penyedia tiket dalam ekosistem Gojek, serta pengembangan talenta ekonomi digital dengan berpartisipasi dalam program Millennial Job Center,” katanya.

Gojek melihat visi Nawa Bhakti Satya sejalan dengan cita-cita dan komitmen Gojek dalam meningkatkan dampak sosial, khususnya melalui ekonomi digital. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan bahwa kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp44.2 triliun, dimana secara khusus melalui berbagai layanannya Gojek telah berkontribusi Rp. 2,2 triliun bagi perekonomian Kota Surabaya, Jawa Timur selama tahun 2018.

“Saat ini Gojek semangat melihat keaktifan Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, termasuk juga Pemprov Jatim lewat misi Jatim Berdaya. Sesuai dengan misi kami untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, Gojek berupaya menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi.” tambah Shinto.

Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah, dengan lebih dari 750 UMKM diantaranya berasal dari Jatim. Potensi kolaborasi bersama UMKM Jatim masih terbilang sangat tinggi, dengan data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim pada Triwulan II-2019 sebesar 5,72% secara year on year dengan ditopang lebih dari 9,57 juta UMKM.

Selain itu, Gojek juga siap berkolaborasi dalam program Millennial Job Center sebagai pelaksanaan dari visi Jatim Kerja dalam menyediakan berbagai talenta ekonomi digital di Jatim. Dalam program ini, Gojek akan membina dan melatih berbagai lulusan dan tenaga kerja di Jatim dalam menghadapi tren pekerjaan baru di kalangan generasi millennial.

“Melalui ekosistem kami, Gojek percaya bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, seperti layanan publik yang lebih murah, cepat dan transparan serta berkembangnya ekonomi kerakyatan,” tutup Shinto. (q cox, Tama Dinie)

Reply