Wujudkan Pemilu Damai di Surabaya, I Dewa Putu Tirtayasa: Jangan Golput, Hindari Hoax, Money Politic dan SARA

SURABAYA (Suarapubliknews) – I Dewa Putu Tirtayasa didaulat menjadi pembicara di acara sosialisasi pencegahan konflik sosial guna wujudkan Pemilu damai yang digelar oleh warga RW/RT wilayah Bulak Lor Surabaya. Sabtu (23/03/2019)

Purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Besar (Kombes) yang kini tercatat sebagai Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Kota Surabaya asal Dapil 2 ini, mengatakan bahwa Pemilu adalah pesta demokrasi milik seluruh bangsa sebagai implementasi kedaulatan rakyat.

“Pemilu adalah suara rakyat dalam perannya turut menentukan nasib dan masa depan bangsa, oleh karenanya penyelenggaraannya harus dijaga dengan baik. Perbedaan pilihan memang selalu muncul di tengah masyarakat, dan itu adalah hal yang biasa,” ucap mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya ini.

Khusus untuk Karang Taruna dan pemilih pemula, I Dewa Putu Tirtayasa berpesan agar bisa turut memerangi maraknya berita HOAX yang belakangan ini terus bermunculan, dan tidak menjadi golongan yang apatis, dengan cara menggunakan hak pilihnya.

“Suara anda akan menjadi penentu masa depan bangsa dan negara ini untuk lima tahun ke depan, oleh karena pergunakan hak pilih anda sebaik-baiknya. Jangan Golput, dan hindari sekaligus tangkis berita-berita HOAX yang belakangan ini kian marak,” tandasnya.

I Dewa Putu Tirtayasa mengatakan, agar semua pihak bisa turut menciptakan Pemilu yang LUBER. Oleh karenanya seluruh peserta Pemilu harus melakukan pemilihan dengan tertib dan damai. “Peserta Pemilu harus dapat menjauhkan politik uang dan SARA,” tambahnya.

Untuk diketahui, I Dewa Putu Tirtayasa adalah mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya dan jabatan terakhir sebagai Kasubdit Sosbud Intelkam Polda Jatim. Namun juga memiliki sederetan pengalaman penugasan yang cukup banyak, karena pada tahun 1987-1993 sempat bertugas sebagai Kasatserses di Polres Dili Timor Timur.

Pengalaman lainnya, Putu sempat menjabat Kasat Intel Polwiltabes selama 7 tahun, Polda Kasat A Bidang Politik, Kasat B Bidang keamanan, Kasubdit bidang hukum, Kasubdit sosbud, kemudian balik ke Kasubdit Keamanan negara Polda Jatim, dan kemudian memasuki masa pensiun pada bulan September tahun 2016 lalu. (q cox)

Reply