SURABAYA (Suarapubliknews) ~ BINUS SCHOOL Surabaya menandai 100 hari pertama pembelajarannya sebagai mitra pendidikan bagi keluarga di Jawa Timur. Dalam kurun waktu tersebut, sekolah ini berkembang menjadi lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif, dengan keterlibatan siswa, pendidik, serta orang tua dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Public Relations BINUS SCHOOL Education, Monaldo Purba mengatakan sebagai bagian dari BINUS SCHOOL Education yang telah berkiprah hampir 45 tahun di Indonesia, BINUS SCHOOL Surabaya membawa pendekatan pendidikan yang memadukan perspektif global dengan kebutuhan lokal. “Pendekatan ini dirancang untuk mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter siswa di tengah dinamika pendidikan modern,” katanya.
Dalam 100 hari pertamanya, BINUS SCHOOL Surabaya tumbuh sebagai komunitas pendidikan yang beragam. Siswa, guru, dan staf yang tergabung dalam Binusian Community berasal dari sembilan negara berbeda. Keberagaman ini memberi kesempatan bagi siswa di Jawa Timur untuk merasakan suasana belajar internasional secara langsung.
Interaksi lintas budaya tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui aktivitas bersama, diskusi, dan kerja kelompok. Pengalaman ini membantu siswa membangun wawasan global sejak dini, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan empati terhadap perbedaan.
BINUS SCHOOL Surabaya meyakini bahwa proses belajar tidak terbatas pada aktivitas akademik di dalam kelas. Selama 100 hari pertama, sekolah telah menyelenggarakan lebih dari 50 kegiatan yang melibatkan komunitas sekolah, mulai dari proyek sains berbasis praktik hingga aktivitas holistik yang memperkuat kebersamaan siswa dan orang tua.
Melalui misi Empower the Future with Digital Excellence, teknologi dimanfaatkan sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan memperkaya pengalaman belajar. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap menempatkan interaksi manusia, kebersamaan, dan perkembangan siswa sebagai inti pendidikan.
Upaya pengembangan potensi siswa tercermin dari berbagai prestasi yang berhasil diraih. Dalam periode ini, siswa BINUS SCHOOL Surabaya mencatatkan 22 penghargaan di beragam bidang.
Salah satu capaian membanggakan diraih oleh siswa kelas 7 dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO). Melalui riset kreatif, tim yang terdiri dari Caylee, Haven, Clarissa, Sophia, Keenan, Eldric, Wang, dan Kevin menghadirkan inovasi berupa proyek “Makanan Pengganti Saat Bencana” untuk kondisi darurat, serta “Pemilahan Sampah Berbasis AI” sebagai solusi keberlanjutan lingkungan.
Prestasi tersebut menunjukkan sinergi antara kerja keras siswa, dedikasi pendidik, dan dukungan orang tua dalam mengubah pembelajaran menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
BINUS SCHOOL Surabaya memandang 100 hari pertama ini sebagai fondasi awal dari perjalanan panjang dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak di Jawa Timur. Dengan dukungan orang tua, pendidik, dan komunitas sekitar, sekolah berkomitmen untuk terus bertumbuh sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang belajar dan berkembang bersama.
Ke depan, BINUS SCHOOL Surabaya berharap dapat terus menghadirkan lingkungan belajar yang relevan, inklusif, dan berorientasi masa depan, seiring dengan kebutuhan generasi muda di era global. (q cox, tama dini)












