Pemerintahan

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

89
×

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Pahlawan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Ozora Yatrapaktaja, Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur, dan Junior Chamber International (JCI) dalam penyelenggaraan Founders Bootcamp 2026 bertajuk “Is Entrepreneurship the Right Path for You?”.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang reflektif bagi generasi muda yang ingin menapaki dunia usaha dengan kesadaran diri, kesiapan mental, serta pemahaman yang utuh terhadap ekosistem bisnis.

Founders Bootcamp 2026 berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya dan akan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, perwakilan perguruan tinggi, komunitas bisnis, serta pengusaha muda dari Surabaya dan berbagai daerah di Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya secara konsisten mendorong pengembangan industri ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kota.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan berkelanjutan, fasilitasi promosi dan pemasaran, pembukaan akses jejaring dengan sektor swasta, hingga penyediaan ruang publik dan event sebagai etalase karya kreatif.

“Surabaya juga mendorong subsektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal agar mampu berdaya saing dan berkelanjutan. Kami memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual sebagai bentuk perlindungan hukum sekaligus peningkatan nilai ekonomi produk kreatif, sehingga dapat menjadi aset bisnis jangka panjang,” tegas Herry, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, ekosistem ekonomi kreatif Surabaya saat ini berada pada fase bertumbuh. Ribuan pelaku tercatat aktif dengan subsektor dominan seperti kuliner, fesyen, kriya, event, seni pertunjukan, hingga konten kreatif berbasis digital. Dukungan sumber daya manusia muda dan institusi pendidikan turut melahirkan startup dan usaha rintisan baru setiap tahun.

“Namun, tantangan utama bukan lagi pada kuantitas pelaku usaha, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan model bisnis. Karena itu, fokus kami diarahkan pada penguatan kapasitas dan penciptaan pasar, bukan sekadar menambah jumlah kegiatan,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, Founders Bootcamp 2026 dinilai memiliki peran strategis karena menyasar fase paling krusial dalam ekosistem kewirausahaan, yakni tahap awal pengambilan keputusan untuk terjun menjadi founder. Sebab, banyak usaha rintisan berhenti di tahun-tahun awal bukan karena kekurangan ide, melainkan karena ketidaksiapan mental, minim pemahaman risiko, dan ketidakjelasan tujuan berwirausaha.

“Melalui pendekatan bootcamp yang berbasis refleksi dan pemahaman realitas kewirausahaan, kegiatan ini membantu menyiapkan talenta yang benar-benar siap masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif Surabaya,” terangnya.

Sementara itu, Founder Ozora Yatrapaktaja, Margaret Srijaya, menuturkan bahwa Founders Bootcamp 2026 dirancang berbeda dari kegiatan kewirausahaan yang bersifat motivasional semata. Program ini menjadi ruang pembelajaran reflektif yang mendorong peserta memahami secara realistis kesiapan diri sebelum memilih jalur kewirausahaan.

“Program ini menekankan pentingnya kesadaran diri, ketahanan mental, dan pemahaman ekosistem bisnis sebagai fondasi utama seorang founder,” kata Margaret.

Salah satu inti kegiatan dalam Founders Bootcamp 2026 adalah pelaksanaan CAVLENT Test, sebuah asesmen kewirausahaan yang mengukur kecenderungan pola pikir, kebiasaan pengambilan keputusan, serta karakter seseorang dalam menghadapi ketidakpastian.

Peserta tidak dinilai dari seberapa kuat teori bisnis yang dikuasai, melainkan dari cara mereka merespons situasi nyata, mengelola risiko, dan membaca peluang.

Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi bahan refleksi personal yang diperdalam melalui diskusi panel bersama para pembicara lintas disiplin yang juga merupakan pengurus inti Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur.

Pengurus itu di antaranya Margaret Srijaya selaku Ketua Umum dan Founder Ozora Yatrapaktaja, Aristia Chen selaku Ketua Bidang UMKM dan CMO Mazuta Group Indonesia, Risa Santoso selaku Ketua Bidang Pendidikan dan Riset sekaligus Rektor Institut Teknologi & Bisnis ASIA, serta Jay Adinata, Co-founder dan CMO Cavlent.

Diskusi ini mengulas secara terbuka realita membangun usaha, kesiapan mental founder, serta peran pendidikan dan ekosistem, dengan mengaitkan langsung hasil asesmen yang diperoleh peserta.

“Kami percaya kewirausahaan bukan tentang siapa yang paling cepat memulai, tetapi siapa yang paling siap. Founders Bootcamp membantu peserta memahami diri mereka secara jujur, apakah sudah siap menjadi founder hari ini, atau masih perlu bertumbuh terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur memperkuat fokus pada pengembangan wirausaha muda, khususnya perempuan, agar memiliki daya saing dan integritas.

Dukungan Pemkot Surabaya pun menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap startup dan wirausaha baru, sejalan dengan visi Surabaya sebagai Kota Pahlawan dan Kota Startup.

“Sebagai bagian dari inisiatif Surabaya Startup Founder, Founders Bootcamp 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi founder yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sadar diri, berdaya tahan, dan mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan kota Surabaya,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *