Hotel & RestoPeristiwa

Imlek di Grand Swiss-Belhotel Darmo: Filosofi dalam Masakan

78
×

Imlek di Grand Swiss-Belhotel Darmo: Filosofi dalam Masakan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus memasuki Tahun Kuda Api, Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya mengangkat tradisi dan filosofi budaya Tionghoa melalui kegiatan bertajuk Lunar New Year Live Cooking. Acara ini menghadirkan demonstrasi memasak kuliner khas Imlek yang sarat makna simbolik.

General Manager Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, Najib Wirahadikusumah, mengatakan perayaan Imlek tidak hanya dimaknai melalui hidangan, tetapi juga melalui nilai kebersamaan dan refleksi. Menurutnya, Tahun Kuda Api menjadi simbol keberanian untuk melangkah maju dengan semangat baru.

“Imlek adalah momen untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyambut harapan baru. Nilai tersebut kami hadirkan melalui pengalaman kuliner yang mengangkat makna di balik setiap sajian,” ujarnya.

Dipandu oleh Chef Hadi Purwanto, kegiatan ini menampilkan dua sajian utama yang merepresentasikan nilai keberuntungan, kebersamaan, dan harmoni. Menu pertama adalah Black Wonton Soup, hidangan yang dipilih karena keunikannya serta filosofi keseimbangan yang terkandung di dalamnya. Wonton berwarna hitam alami dari charcoal bambu dipadukan dengan isian ayam dan udang, disajikan bersama kaldu bening yang dimasak perlahan.

Dalam tradisi Tionghoa, warna gelap dan terang dimaknai sebagai keseimbangan yin dan yang, yang diyakini membawa keharmonisan di awal tahun baru. Hidangan ini juga merepresentasikan kehangatan dan kebersamaan keluarga, nilai yang lekat dengan perayaan Imlek.

Sajian kedua adalah Mandarin Golden Dome Cake, dessert yang terinspirasi dari bentuk buah jeruk mandarin. Dalam budaya Tionghoa, jeruk kerap dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan kelimpahan. Bentuk bulat utuh pada kue tersebut melambangkan kesempurnaan serta harapan akan perjalanan hidup yang harmonis sepanjang tahun.

Kegiatan live cooking ini juga menjadi ruang berbagi cerita tentang tradisi Imlek, di mana proses memasak tidak sekadar menampilkan teknik kuliner, tetapi juga filosofi yang menyertainya. Suasana akrab dan interaktif diharapkan dapat memperkuat makna kebersamaan dalam menyambut tahun baru.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek, hotel juga akan menggelar jamuan makan malam bertema Imlek yang dilengkapi dengan hiburan tradisional dan musik, sebagai wujud pelestarian tradisi dalam konteks perayaan modern. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *