NasionalPeristiwa

Bukan Sekadar Awet Muda, Saatnya Mengenal ‘Beauty Longevity’

98
×

Bukan Sekadar Awet Muda, Saatnya Mengenal ‘Beauty Longevity’

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Industri kecantikan global mulai bergeser dari sekadar upaya tampil lebih muda menuju konsep beauty longevity, pendekatan yang menempatkan metabolisme, gaya hidup, dan kesehatan tubuh sebagai fondasi utama kualitas kulit jangka panjang. Tren ini muncul seiring meningkatnya kesadaran bahwa perawatan kulit tidak dapat dipisahkan dari kondisi tubuh secara menyeluruh.

Perubahan gaya hidup modern yang ditandai dengan pola makan tidak teratur, tingkat stres tinggi, dan kurang tidur kerap memicu gangguan metabolik. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada berat badan dan energi harian, tetapi juga mempercepat proses penuaan kulit.

Merespons tren beauty longevity, ZAP menghadirkan pendekatan perawatan yang memadukan estetika, medis, dan gaya hidup. Pengelolaan berat badan diposisikan bukan semata tujuan estetika, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup, energi, dan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Z-Weight Loss Program, program penurunan berat badan berbasis medis yang mengombinasikan terapi GLP-1 dengan meal plan personal. Program ini dirancang untuk mendukung metabolisme tubuh agar bekerja lebih stabil selama proses penurunan berat badan.

Terapi GLP-1 sendiri belakangan banyak diperbincangkan publik. Namun secara medis, GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) merupakan hormon alami yang berperan mengatur rasa lapar, kenyang, dan metabolisme. Dalam praktik medis, semaglutide dikenal sebagai analog GLP-1 dengan durasi kerja lebih panjang, sehingga membantu pengaturan nafsu makan dan energi secara lebih konsisten.

Dokter Spesialis Gizi Klinik di ZAP, dr. Cipuk Muhaswitri, SpGK, menjelaskan bahwa terapi berbasis GLP-1 perlu dipahami sebagai bagian dari proses medis yang menyeluruh, bukan solusi instan. “Dengan pendampingan yang tepat, terapi ini membantu tubuh menata kembali sinyal lapar dan kenyang sehingga perubahan pola makan dan gaya hidup dapat dijalani secara lebih berkelanjutan,” katanya.

Z-Weight Loss Program tidak menekankan pembatasan ekstrem, melainkan proses edukasi ulang tubuh agar metabolisme lebih teratur dan energi harian lebih stabil. Untuk mendukung perubahan gaya hidup, ZAP juga menggandeng mitra seperti FTL Gym dan Healthy Go guna mendorong aktivitas fisik terstruktur serta kebiasaan makan yang lebih seimbang.

Pendekatan kolaboratif ini menegaskan bahwa beauty longevity tidak dibangun melalui solusi tunggal, melainkan melalui integrasi perawatan medis, estetika, dan gaya hidup yang realistis. Dalam konteks ini, kecantikan tidak lagi sekadar tentang tampilan luar, melainkan tentang bagaimana tubuh mampu bertahan dan berfungsi lebih baik dalam jangka panjang.

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 23,4 persen. Obesitas sendiri merupakan penyakit metabolik kronik dengan penyebab multifaktorial, di mana ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi berperan besar. Ketika metabolisme terganggu, tubuh bekerja lebih berat dan kualitas kulit ikut terpengaruh. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *