Peristiwa

Sinergi Budaya dan Kemanusiaan di Perayaan Lunar New Year Sampoerna Academy

99
×

Sinergi Budaya dan Kemanusiaan di Perayaan Lunar New Year Sampoerna Academy

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Sampoerna Academy kembali menggelar perayaan Lunar New Year sebagai bagian dari program pembelajaran trilingual dan penguatan karakter. Tahun ini, perayaan dikemas dalam pertunjukan teater bertajuk “Mulan: An Inspired Adaptation” yang digelar di Universitas Kristen Petra Surabaya dan melibatkan sekitar 450 siswa dari berbagai jenjang.

Sebagai pelopor pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics) dan sekolah multikultural, Sampoerna Academy memaknai Tahun Kuda Api sebagai simbol keberanian, semangat juang, dan kepemimpinan yang penuh energi. Nilai-nilai tersebut direfleksikan melalui kisah Mulan, sosok perempuan yang berani mengambil keputusan sulit demi keluarganya dan bangsanya.

National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon, Maharsi Palupining Rini, menjelaskan bahwa pemilihan karakter Mulan bukan sekadar mengangkat cerita populer, melainkan sebagai medium pembelajaran nilai.

“Kisah Mulan merepresentasikan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian, ketangguhan saat diuji, serta kepemimpinan yang lahir dari tanggung jawab dan empati. Nilai-nilai ini selaras dengan semangat Tahun Kuda Api dan relevan untuk membentuk karakter siswa di tengah dunia yang dinamis,” ujarnya.

Menurut Palupi, melalui proses latihan hingga pementasan, siswa tidak hanya belajar seni peran, tetapi juga mengembangkan resiliensi, empati, serta keterampilan sosial-emosional. Mereka belajar menghafalkan dialog, menyempurnakan koreografi, mengelola waktu antara akademik dan latihan, hingga membangun kolaborasi lintas kelas dan latar belakang.

Perayaan Lunar New Year di Sampoerna Academy rutin diselenggarakan sebagai bagian dari program trilingual yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Program ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan komunikasi global sekaligus pemahaman lintas budaya.

Selain pertunjukan teater, rangkaian kegiatan juga menghadirkan stan budaya, lokakarya, dan bazar yang dikelola siswa. Momentum ini bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang diperingati setiap 15 Februari. Dalam kesempatan tersebut, Sampoerna Academy berkolaborasi dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya dengan menyalurkan sebagian hasil penjualan tiket untuk mendukung anak-anak yang tengah menjalani pengobatan kanker.

Perwakilan YKAKI Cabang Surabaya, Susi Khomariya, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. “Kami sangat terharu atas kepedulian Sampoerna Academy terhadap anak-anak pejuang kanker. Semoga para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berkarakter,” ujarnya.

Palupi menegaskan bahwa melalui kegiatan ini siswa belajar bahwa kepedulian bukan hanya teori, melainkan tindakan nyata. “Pendidikan bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi tentang membentuk manusia yang berani, resilien, dan memiliki empati. Melalui Mulan, kami ingin siswa memahami bahwa keberanian sejati juga berarti peduli terhadap sesama,” tutupnya.

Melalui pementasan Mulan dan aksi sosial ini, Sampoerna Academy menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada karakter, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *