SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan penertiban dan pengembalian fungsi Pasar Tembok Dukuh. Adanya rencana itu, Pemkot Surabaya mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang mulai Kamis (19/2/2026).
Sosialisasi kali ini, dilakukan oleh jajaran perangkat daerah (PD) mulai dari dinas, kecamatan, hingga PT Pasar Surya (Perseroda). Camat Bubutan, Ferdhie Ardiansyah mengatakan, sosialisasi ini dilakukan ditujukan kepada para pedagang yang berada di dalam Pasar Tembok Dukuh.
Ferdhie menjelaskan, penertiban dan pengembalian fungsi kali ini bertujuan untuk menata kembali Pasar Tembok Dukuh. Sebab, selama ini stand yang aktif hanya ada 21 dari total kapasitas 148 stand.
“Ya, kita melakukan sosialisasi bahwasanya yang ada di dalam Pasar Tembok ini ada 148 stand, yang aktif hanya beberapa, itu sekitar 21 atau 22 saja. Nah, ini kita mencoba untuk menata kembali ya,” jelas Ferdhie.
Ferdhie menerangkan, sosialisasi tidak hanya dilakukan kepada pedagang yang berada di dalam pasar. Akan tetapi, juga kepada pedagang yang berjualan area luar Pasar Tembok Dukuh.
“Karena kan total ada 148 stand, kalau misalnya (yang terpakai) cuma 21, jadi ada 120 stand yang kosong, ini kan sangat eman (disayangkan). Nah, dengan begitu kita bisa masukkan para pedagang pasar tumpah ini ke Pasar Tembok Dukuh,” terangnya.
Ferdhie juga menyampaikan, nantinya pedagang ayam potong yang ada di dalam Pasar Tembok Dukuh nantinya akan dipindah ke tempat lain. “Nah, dengan adanya sosialisasi ini kita sampaikan juga kepada para pedagang potong ayam ini, agar mereka bisa ditempatkan di pasar khusus para pedagang potong ayam,” ujarnya.
Selain sosialisasi pemkot juga akan melakukan pendataan pedagang. Karena yang akan menempati Pasar Tembok Dukuh hanya pedagang yang memiliki KTP Surabaya. “Jadi khusus untuk (pedagang) ber-KTP Surabaya. Kalau dari luar Surabaya memang tidak bisa,” tuturnya.
Ia menambahkan, sosialisasi ini akan terus dilakukan bersama jajaran Satpol PP Kota Surabaya hingga PT Pasar Surya (Perseroda) selama sebulan ke depan. “Kita lakukan sosialisasi dalam bulan ini ya. Harapannya, di bulan depan itu sudah bisa kita tertibkan para pedagang ini,” tandasnya. (q cox)












