NasionalPeristiwa

Wardah Angkat Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai dalam Forum Global di Qatar

103
×

Wardah Angkat Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai dalam Forum Global di Qatar

Sebarkan artikel ini

DOHA (Suarapubliknews) ~ ParagonCorp melalui brand Wardah membawa perspektif kepemimpinan perempuan berbasis nilai ke panggung internasional dalam forum Jadal Women’s Research Dialogue yang digelar di Qatar.

Dalam forum global yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi Muslim lintas negara tersebut, Wardah memaparkan hasil riset mengenai kepemimpinan perempuan Muslim serta pentingnya integritas dan nilai sebagai fondasi kepemimpinan di era global.

Forum yang diselenggarakan oleh Al Mujadilah Center and Mosque for Women ini menjadi ruang diskusi strategis bagi perempuan Muslim untuk membahas tantangan dan peran mereka dalam berbagai sektor, termasuk bisnis, sosial, dan kepemimpinan publik. Wardah menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2014–2024 Retno Marsudi dan Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa sebagai pembicara panel.

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa menegaskan bahwa nilai etika menjadi fondasi dalam kepemimpinan dan praktik bisnis. “Halal adalah ethical principle yang membentuk cara kami bekerja. Lebih dari sekadar bisnis, ini adalah bentuk stewardship dan tanggung jawab kami sebagai manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Retno Marsudi menekankan bahwa kepemimpinan perempuan harus berakar pada tujuan yang jelas dan nilai moral yang kuat. “Seorang pemimpin membutuhkan moral compass untuk menavigasi keputusan sehari-hari, terutama di tengah ketidakpastian global. Integritas dan nilai harus menjadi guiding principles agar kepemimpinan tetap berpihak pada kepentingan publik,” jelasnya.

Hasil riset Wardah juga menunjukkan bahwa perempuan Muslim Indonesia memandang kecantikan sebagai proses pengembangan diri yang mencakup kemandirian, keberanian, dan kontribusi sosial. Dalam konteks ini, kecantikan tidak lagi terbatas pada aspek fisik, tetapi mencerminkan integritas dan tanggung jawab moral yang mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam masyarakat.

Executive Director Al Mujadilah Center, Dr. Sohaira Siddiqui, menambahkan bahwa dialog global semacam ini penting untuk menjembatani riset dan praktik di lapangan. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan perspektif yang lebih aplikatif dan relevan bagi perempuan Muslim di berbagai negara.

Partisipasi Wardah dalam forum ini mencerminkan semakin besarnya peran Indonesia dalam percakapan global mengenai kepemimpinan perempuan dan nilai etika dalam bisnis. Melalui pendekatan berbasis nilai dan riset, kontribusi ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai penggerak perubahan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *