Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

BI: Ekonomi Jawa Timur Diproyeksikan Tumbuh 4,9–5,7 Persen pada 2026

102
×

BI: Ekonomi Jawa Timur Diproyeksikan Tumbuh 4,9–5,7 Persen pada 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi tersebut disampaikan dalam Media Briefing Triwulan I-2026 yang menghadirkan perwakilan BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan di Surabaya, 9 Februari 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid. Ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,33 persen (yoy), meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 4,93 persen.

Menurut Ibrahim, dari sisi permintaan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama, disusul sektor pertanian serta sektor akomodasi dan makanan-minuman. “Dengan sinergi kebijakan yang kuat, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 dapat berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” ujarnya.

Inflasi Jawa Timur pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,29 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen. Kondisi tersebut dinilai mendukung stabilitas daya beli masyarakat serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi sektor jasa keuangan, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Horas V. M. Tarihoran, menyampaikan bahwa stabilitas perbankan di Jawa Timur tetap terjaga.

Per Desember 2025, penyaluran kredit di Jawa Timur mencapai Rp625,66 triliun atau tumbuh 1,90 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50 persen (yoy).

Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 3,37 persen dengan permodalan perbankan yang kuat, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,38 persen. “OJK terus mendorong sektor jasa keuangan agar tetap resilien dan berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan bahwa kinerja APBN di Jawa Timur tetap terjaga dan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui belanja pemerintah yang produktif, termasuk transfer ke daerah dan dukungan terhadap sektor prioritas.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan turut didukung oleh kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. LPS memastikan penjaminan simpanan berjalan efektif sehingga menjaga stabilitas industri perbankan dan kepercayaan deposan.

Dalam menghadapi dinamika global, BI menyampaikan sejumlah langkah penguatan pada 2026, antara lain menjaga stabilitas harga, mendorong penguatan industri pengolahan dan hilirisasi, memperluas akses pembiayaan dan investasi, mengakselerasi digitalisasi ekonomi, memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah, serta mendukung UMKM dan ekspor.

Dengan koordinasi lintas lembaga dan kebijakan yang terintegrasi, Jawa Timur dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan pada 2026. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *