SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I memperkuat upaya edukasi perpajakan dengan menggandeng sekolah menengah atas (SMA) di Surabaya melalui program inklusi kesadaran pajak.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi sekaligus penandatanganan komitmen bersama antara DJP, Dinas Pendidikan, dan sejumlah sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai perpajakan ke dalam proses pembelajaran.
Program ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya pajak sejak dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran dan kepatuhan pajak di masa depan.
Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Timur I, Lusi Yuliani, mengatakan kolaborasi dengan sektor pendidikan menjadi strategi penting dalam membangun budaya sadar pajak.
“Melalui sinergi ini, kami berharap nilai kesadaran pajak dapat tertanam sejak bangku sekolah, sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang kuat dalam memenuhi kewajiban perpajakan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, DJP menggandeng Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo serta sejumlah SMA negeri di Surabaya, antara lain SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 15, SMA Negeri 16, dan SMA Negeri 17.
Penandatanganan berita acara dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengimplementasikan program inklusi kesadaran pajak di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai perpajakan, mulai dari konsep, jenis pajak, hingga hak dan kewajiban perpajakan.
Selain itu, guru dan pihak sekolah juga diberikan panduan terkait bagaimana mengintegrasikan materi perpajakan ke dalam kegiatan belajar mengajar secara terstruktur dan berkelanjutan. Program inklusi kesadaran pajak sendiri telah dijalankan Direktorat Jenderal Pajak sejak 2013 dan terus diperluas hingga jenjang pendidikan menengah.
DJP menilai pendekatan edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem perpajakan yang lebih kuat di masa depan. Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami peran pajak dalam pembangunan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berkontribusi secara aktif sebagai wajib pajak.
Ke depan, Kanwil DJP Jawa Timur I berkomitmen untuk terus memperluas implementasi program ini melalui edukasi berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. (q cox, tama dini)












