Peristiwa

Dominasi Kategori Utama, Barunastra ITS Juara 1 Dunia Kapal Tanpa Awak di Florida

66
×

Dominasi Kategori Utama, Barunastra ITS Juara 1 Dunia Kapal Tanpa Awak di Florida

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Tim riset Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026 yang digelar di Sarasota, Florida, Amerika Serikat, tim ini sukses meraih predikat Grand Champion setelah mendominasi sejumlah kategori utama.

Kompetisi yang berlangsung selama enam hari sejak 19 Februari tersebut diikuti oleh 36 tim dari 10 negara. Tim Barunastra ITS tampil impresif dengan menyabet Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report. Raihan tersebut menjadikan tim asal Surabaya ini sebagai satu-satunya peserta yang menguasai kategori inti dalam kompetisi kapal otonom tingkat dunia tersebut.

IRC dikenal sebagai ajang adu kecanggihan Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak yang mampu bermanuver dan menyelesaikan misi secara mandiri. Sejumlah universitas ternama dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology turut ambil bagian, memperketat persaingan yang dihadapi Tim Barunastra ITS.

Keberhasilan ini ditopang performa kapal prototipe Nala Ares Mark II yang dirancang sesuai tema kompetisi tahun ini, Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief. Pada kategori Autonomy Challenge, kapal diuji untuk bermanuver secara mandiri dalam simulasi kondisi pascabencana, termasuk navigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, hingga pengiriman logistik secara presisi tanpa kendali langsung manusia.

Selain unggul dalam kemampuan operasional, kualitas dokumentasi desain tim juga mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak yang teruji menjadi kunci dominasi tim dalam kompetisi tersebut.

Dosen Pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono, menilai capaian ini membuktikan daya saing mahasiswa ITS di tingkat global. “Mahasiswa ITS mampu bersaing sejajar dengan universitas besar dunia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dedikasi dan semangat riset anggota tim yang dinilainya luar biasa. “Semangat riset dan inovasi mahasiswa sangat luar biasa,” imbuh dosen Departemen Teknik Elektro tersebut.

Rudy berharap capaian ini tidak berhenti pada kompetisi semata, melainkan menjadi pijakan dalam pengembangan teknologi maritim berkelanjutan. “Semoga Barunastra terus mengharumkan nama ITS dan Indonesia,” ujarnya.

Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya Briet, mengungkapkan bahwa kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran kolaborasi global. “Kompetisi ini bukan hanya lomba, tetapi juga membangun komunitas pengembang ASV,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju gelar Grand Champion membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran dari seluruh anggota tim. Davin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung, termasuk Ikoma ITS.

Prestasi ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-14 tentang Ekosistem Laut melalui pengembangan teknologi maritim yang berkelanjutan. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *