Politik

DPRD Surabaya Gelar Bukber dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

91
×

DPRD Surabaya Gelar Bukber dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Suasana hangat dan penuh rasa syukur menyelimuti lobi lantai 1 Gedung DPRD Kota Surabaya pada Senin (9/3/2026) sore. Di hari ke-21 Ramadan, para anggota dewan menggelar acara buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan yatim piatu yang diundang dari masing-masing anggota DPRD.

Acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB itu berlangsung sederhana, namun sarat makna kebersamaan dan kepedulian sosial. Anak-anak yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan, tausiah, hingga berbuka puasa bersama para wakil rakyat.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin di antara para anggota dewan, tamu undangan, serta anak-anak yang hadir. Ia berharap momentum Ramadan ini semakin mempererat silaturahmi dan meningkatkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan tidak harus dibangun hanya oleh mereka yang memiliki keyakinan yang sama, tetapi juga dapat terjalin melalui nilai kemanusiaan yang universal. Ia menekankan bahwa DPRD sebagai lembaga publik harus mampu menjadi jembatan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga DPRD terus menjadi tempat yang menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Kita berharap nilai-nilai kebaikan yang kita lakukan hari ini dapat menjadi amal jariah bagi kita semua,” ujarnya.

Fathoni juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap Ramadan. Menurutnya, pertemuan yang penuh kebersamaan ini penting untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Sementara itu, tausiah disampaikan oleh anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i. Dalam pesannya, ia mengingatkan tentang pentingnya amal yang terus mengalir pahalanya, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia, yakni amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Kegiatan berbagi kepada anak yatim, menurutnya, merupakan salah satu bentuk amal jariah yang sangat dianjurkan.

“InsyaAllah apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah. Berbagi kepada anak-anak yatim bukan hanya menambah keberkahan rezeki, tetapi juga menjadi investasi kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Imam juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, termasuk bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia berharap tidak ada anak di Surabaya yang terpaksa putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi maupun masalah administrasi kependudukan.

“Kami di DPRD berharap tidak ada anak yang putus sekolah karena kemiskinan. Pendidikan adalah kewajiban yang sangat penting bagi masa depan mereka,” katanya.
Menjelang berbuka puasa, doa bersama dipanjatkan, dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak-anak yatim yang hadir.

Menutup acara, Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai menyampaikan kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadan. Tahun ini sekitar 100 anak yatim dan yatim piatu diundang untuk menerima santunan dan berbuka puasa bersama.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, baik dari sisi jumlah peserta maupun bentuk kepedulian yang diberikan.

“Kami berharap ke depan kepedulian ini bisa semakin luas. Selain menjalankan tugas-tugas kedewanan, kami juga ingin terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat,” ujarnya.

Bahtiyar juga membuka peluang bagi pihak swasta maupun perusahaan yang ingin berkolaborasi dalam kegiatan sosial seperti ini di masa mendatang. “Jika ada perusahaan yang ingin bergabung menyalurkan rezekinya bersama kami, tentu kami sangat terbuka,” katanya.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, DPRD Surabaya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan nilai-nilai kebaikan dan solidaritas. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *