SURABAYA (Suarapubliknews) ~ OJK Institute menyoroti pentingnya strategi adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Hal tersebut mengemuka dalam forum Economic Outlook 2026 yang menghadirkan sejumlah pemimpin ekonomi dan industri perbankan nasional maupun internasional.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, Prof. Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa meskipun tekanan global mulai mereda, tingkat ketidakpastian tetap menjadi tantangan utama bagi perekonomian dunia. Faktor geopolitik, perlambatan ekonomi global, serta transformasi digital menjadi variabel yang terus memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Ketidakpastian global memang mulai mereda, tetapi masih berada pada level tinggi. Perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, dan transisi menuju ekonomi rendah karbon menjadi faktor penting yang harus diantisipasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia perlu memperkuat daya tahan ekonomi melalui transformasi struktural, peningkatan produktivitas, serta penguatan sektor-sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Sementara itu, CEO Indonesia Standard Chartered Bank, Donny Donosepoetro, OBE, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap stabil, meskipun risiko ketidakpastian tetap membayangi.
“Pertumbuhan global diperkirakan berada di kisaran 3,3 persen, namun volatilitas dan risiko peristiwa global tetap tinggi. Negara-negara perlu memastikan fundamental ekonomi yang kuat untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dengan memperkuat stabilitas sektor keuangan, mendorong investasi, serta memanfaatkan potensi ekonomi domestik yang besar.
Dari perspektif industri perbankan nasional, Group CEO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menekankan bahwa sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Industri perbankan perlu terus beradaptasi dengan dinamika global dan domestik. Penguatan fundamental, transformasi digital, serta pengelolaan risiko yang prudent menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbankan juga memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, memperluas inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Forum ini menegaskan bahwa meskipun tantangan global masih membayangi, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk terus tumbuh. Kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Melalui strategi yang adaptif dan berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia. (q cox, tama dini)












