Pemerintahan

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

88
×

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup rangkaian Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 dengan capaian yang melampaui target awal, baik dari sisi nilai ekspor maupun penyerapan tenaga kerja. Ajang yang menggabungkan bursa kerja (job fair) dan pertemuan bisnis (business matching) internasional ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan industri dalam negeri dan perluasan pasar ekspor.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan SIL Festival 2026 merupakan bagian dari upaya pemkot dalam mendorong perluasan ekspor dan memperkuat struktur ekonomi berbasis industri lokal. Ia menilai konsistensi ekspor Surabaya yang berlangsung setiap tahun, menjadi indikator bahwa sektor industri lokal tetap bergerak dan adaptif.

“Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan,” ujar Wali Kota Eri saat pemberangkatan ekspor dalam rangkaian SIL Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Rabu (8/4/2026)

Dalam forum tersebut, nilai ekspor produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Surabaya tercatat mencapai 2,73 juta dolar AS atau melampaui target awal sebesar 1 juta dolar AS. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa sektor industri lokal Surabaya terus berkembang dan mampu menembus pasar internasional. “Total yang terkirimkan ekspor adalah 2,73 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, menggeliat terus, bergerak terus,” katanya.

Selain capaian ekspor, Pemkot Surabaya juga mencatat peningkatan kapasitas pelaku usaha, dengan sekitar 36 IKM naik kelas. Pihaknya pun memastikan akan terus mendorong proses tersebut melalui pendampingan dan menjadikannya sebagai model pengembangan usaha. “Alhamdulillah saat ini juga ada 36 IKM yang naik kelas. Inilah yang terus kita akan genjot. Nanti kita akan jadikan contoh, bagaimana pergerakan itu,” tegasnya.

Wali Kota Eri juga mengungkap bahwa ekspor produk IKM Surabaya telah berhasil menjangkau sejumlah negara. Di antaranya, Oman, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ia menilai jangkauan pasar tersebut menunjukkan bahwa prospek ekspor bagi IKM Surabaya semakin terbuka. “Insyaallah ada enam negara tujuan. Ini luar biasa prospeknya,” imbuhnya.

Wali Kota Eri kembali menekankan bahwa peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi tidak selalu berada di garis depan, melainkan sebagai pendorong dan fasilitator bagi pelaku usaha. “Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan selama ini, pemerintah kota mensupport, pemerintah kota mendorong, sudah berjalan dan terbukti. Karena tidak selalu pemerintah itu ada di depan,” pesan dia.

Dalam konteks penguatan ekspor, Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pelatihan dan pendampingan bagi IKM. Oleh sebabnya, pihaknya ke depan akan mendorong generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas ekspor melalui skema pendampingan yang lebih sistematis.

“Jadi kami berpikir bahwa anak-anak hari ini, teman-teman, atau saudara-saudara kita yang ingin ekspor tidak ada kekhawatiran lagi. Nanti ada pendampingan-pendampingan yang akan kita lakukan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berwenang di bidang ini,” katanya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga memaparkan bahwa IKM Surabaya yang telah berhasil menembus pasar ekspor akan dilibatkan sebagai mentor bagi pelaku usaha lain. Dengan begitu, ia berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. “Nanti yang sudah berhasil untuk ekspor akan menjadi mentor untuk adik-adik kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita yang akan melakukan ekspor,” tambahnya.

Di sisi ketenagakerjaan, SIL Festival yang disupport dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Sekitar 1.200 lowongan kerja berhasil diisi oleh warga ber-KTP Surabaya melalui job fair yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. “Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) kepada perusahaan-perusahaan, karena ada Job Fair di Balai Pemuda kemarin menerima 1.200 tenaga kerja lowongan yang KTP Surabaya,” tutur Wali Kota Eri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan capaian ekspor IKM Kota Pahlawan diperoleh melalui proses kurasi ketat. Proses kurasi tersebut dilakukan dalam rangkaian coaching clinic pada 30-31 Maret 2026 sebagai langkah awal mendorong pelaku industri lokal naik kelas.

Dari sekitar 80 pendaftar, Hebi mengungkap sebanyak 36 IKM Kota Pahlawan dinyatakan siap ekspor setelah melalui seleksi bersama Export Center Surabaya (ECS) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI). “Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli (buyer),” ungkap Hebi.

Di samping itu, Hebi menuturkan bahwa transaksi ekspor IKM Surabaya turut didukung kehadiran buyer dari berbagai negara, baik yang secara langsung maupun daring. Kehadiran seluruh buyer tersebut menghasilkan komitmen pembelian melalui Letter of Intent (LoI).

“Ada tiga negara yang terhubung melalui daring, yaitu dari Singapura, Oman, dan Hongkong. Hasilnya luar biasa, seluruh buyer baik yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent mencapai 2,7 juta dolar AS,” jelasnya.

Menurut Hebi, tujuan utama SIL Festival 2026 ini tidak hanya pada nilai transaksi, tetapi juga dampak lanjutan berupa peningkatan penyerapan tenaga kerja seiring dengan naiknya skala usaha pelaku IKM. “Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, dampak yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru. Itulah mengapa dalam acara ini kami juga menyelenggarakan job fair secara simultan,” tuturnya.

Dari sisi partisipasi tenaga kerja, Disperinaker Surabaya mencatat sekitar 3.000 pendaftar mengikuti seleksi, dengan 1.920 peserta lolos ke tahap wawancara dan psikotes. “Kami berharap lebih dari 1.000 pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” harapnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya bersama stakeholder terkait akan menyusun rencana strategis berupa pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Ke depan tentu kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya,” jelas Hebi.

Sementara itu, CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menilai festival ini sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi dan peluang nyata bagi pengembangan industri dan ketenagakerjaan. “Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif,” kata Sugeng.

Sugeng juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan global, sekaligus membuka ruang baru bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global, sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” pungkasnya. (q cox, ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *