Jatim RayaPeristiwaPolitik

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri Gelar Sekolah Kader di Seluruh Dapil

108
×

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri Gelar Sekolah Kader di Seluruh Dapil

Sebarkan artikel ini

KAB. KEDIRI (Suarapubliknews) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kediri menggelar Sekolah Kader Perubahan secara serentak di seluruh daerah pemilihan (dapil). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah Kader Perubahan menyasar kalangan muda berusia 17 hingga 35 tahun. Melalui program ini, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri berupaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan politik, serta pemahaman ideologi kepartaian sejak usia muda.

Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri menggelar Sekolah Kader Perubahan secara mandiri di dapil masing-masing dengan pola dan kurikulum yang sama. Salah satunya dilaksanakan oleh anggota Fraksi PKB DPRD Kahupaten Kediri, Drs. H. Masykur Lukman, SH, MSi, MPd.I , di Aula Al-Mustamar Ponpes Trisula Al-Mustamar, Jln Kelapa 2 Jombangan Tertek Pare, (20/1/2026).

Puluhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pemuda. Selama kegiatan, peserta mengenakan kemeja putih dengan bawahan hitam dan menyimak materi yang disampaikan oleh instruktur yang ditugaskan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.

Materi Sekolah Kader Perubahan (SKP) meliputi pengenalan dasar politik, urgensi keterlibatan anak muda dalam politik, nilai-nilai perjuangan PKB, serta pola kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Materi ini disusun untuk membangun kesadaran kritis sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan kepada para peserta.

SKP di dapil II ini juga dilaksanakan oleh Drs H Sentot Djamaludin, Virgin Sabrina El-Islami, SPd, MM. Di dapil I, kegiatan serupa dilaksanakan oleh Assabiq, SH,. Sementara di dapil III digelar oleh Hj. Ria Purbiati DW, Ahmad Ahla, SH, MH, dapil IV oleh Hj. Bunyanah, dapil V oleh H Heri Gunawan, S, Pt, serta dapil VI oleh Abdul Hasyim Mangkubumi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Drs H Sentot Djamaludin, mengatakan Sekolah Kader Perubahan ini secara khusus diperuntukkan bagi generasi muda sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Sekolah Kader Perubahan ini memang diperuntukkan bagi pemuda usia 17 sampai 35 tahun. Tujuannya untuk menyiapkan kader-kader muda yang siap berkontribusi di masa depan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mas Sentot ini menjelaskan, pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan dilakukan secara serentak berdasarkan instruksi partai kepada seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri.

“Setiap anggota fraksi ditugaskan untuk melaksanakan Sekolah Kader Perubahan di dapil masing-masing, dengan materi dan pola pelaksanaan yang sama,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri tersebut.

Mas Sentot menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan kali ini merupakan angkatan pertama. Ke depan, Sekolah Kader Perubahan akan terus berlanjut dengan angkatan-angkatan berikutnya.

“Ini angkatan pertama. Tentu ke depan akan ada angkatan selanjutnya, dengan ketentuan usia maksimal 35 tahun,” tambahnya.

Menurut Ketua DPC penghobi balap kuda ini, Sekolah Kader Perubahan akan menjadi program berkelanjutan sebagai upaya mencetak kader muda yang aktif, progresif, dan siap berkhidmat bagi masyarakat.

“Kami menyiapkan kader muda sejak dini. Sesuai arahan partai, kami tidak boleh diam dan harus terus bergerak, seolah-olah Pemilu dilaksanakan besok. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses berjuang dan berkhidmat melalui PKB,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri, Assabiq SH, menyebut Sekolah Kader Perubahan ini menjadi wadah awal bagi pemuda Kabupaten Kediri untuk memahami dunia politik secara sehat dan konstruktif.

“Sekolah Kader Perubahan ini merupakan yang pertama bagi para pemuda. Setiap anggota fraksi memang ditugaskan untuk menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya. (q cox, Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *