BisnisHotel & RestoPeristiwa

GM Hotel Jatim Kompak: Jangan Perang Harga

65
×

GM Hotel Jatim Kompak: Jangan Perang Harga

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pelaku industri perhotelan di Jawa Timur sepakat untuk tidak terjebak dalam perang harga di tengah tekanan ekonomi 2026. Kesepakatan tersebut mengemukan dalam “Boost Revenue Source 2026” yang digelar Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Jawa Timur.

Ketua IHGMA DPD Jawa Timur, Sugiono Tur Wibowo, menegaskan bahwa strategi bertahan hotel tidak bisa lagi mengandalkan diskon agresif yang justru berpotensi merusak struktur industri dalam jangka panjang.

“Kita tidak bisa terus-menerus bersaing dengan cara menurunkan harga. Perang harga hanya akan melemahkan industri itu sendiri. Yang harus kita perkuat adalah value, diferensiasi produk, dan kualitas layanan,” tegas General Manager Artotel Cabin Bromo itu.

Menurutnya, perubahan perilaku pasar dan dinamika ekonomi global menuntut hotel untuk lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan baru. Revenue tidak lagi hanya bertumpu pada okupansi kamar, melainkan perlu dikembangkan melalui optimalisasi lini food & beverage, event, kolaborasi brand, hingga strategi digital marketing yang lebih presisi. “Industri ini harus tumbuh secara sehat. Inovasi dan kolaborasi adalah jawabannya, bukan banting harga,” lanjutnya.

Forum tersebut juga dihadiri sejumlah General Manager dan Hotel Manager dari berbagai properti di Jawa Timur, di antaranya Pande Komang Suadnyana (Hotel Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya), NR Thesis (Hotel Manager POP! Diponegoro Surabaya), Budi Utomo (Cluster General Manager CLEO Hotel Surabaya), dan Agus Marrsudi (Cluster General Manager Gunawangsa Merr Surabaya).

Kehadiran para pimpinan hotel tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan industri hospitality 2026. Melalui rangkaian diskusi dan workshop lanjutan, IHGMA Jawa Timur berharap lahir strategi aplikatif yang mampu menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat daya saing hotel di tingkat regional maupun nasional. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *