Peristiwa

Inspiratif! Caitlin Estelle Widodo Maknai Budaya Lewat Cara Bersikap

72
×

Inspiratif! Caitlin Estelle Widodo Maknai Budaya Lewat Cara Bersikap

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Ketertarikan Caitlin Estelle Widodo terhadap budaya tidak lahir semata dari panggung dan gelar. Kesadaran itu justru tumbuh ketika ia benar-benar terlibat langsung dan memahami makna di balik nilai-nilai budaya yang dijalani.

“Pas aku benar-benar terlibat langsung, bukan cuma tampil tapi memahami maknanya. Dari situ aku ngerasa budaya itu dekat banget sama kehidupan sehari-hari,” ujar Caitlin. Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang membuatnya ingin ikut menjaga agar budaya tetap hidup di tengah generasi muda.

Sebagai remaja, Caitlin menilai tantangan terbesar dalam pelestarian budaya saat ini adalah rasa bangga. Menurutnya, banyak remaja sebenarnya menyukai budaya, namun kerap ragu mengekspresikannya karena takut dianggap kuno.
“Padahal budaya itu keren kalau kita percaya diri ngejalaninnya,” ungkapnya.

Saat diminta menggambarkan budaya Jawa Timur kepada remaja seusianya, Caitlin menyebut budaya daerahnya memiliki karakter yang kuat sekaligus hangat. Nilai-nilai yang diajarkan dinilainya masih sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
“Budaya Jawa Timur itu tegas, berani, tapi tetap hangat. Kita diajarin jujur, kerja keras, dan saling menghargai,” jelasnya.

Setelah menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Budaya 2025, Caitlin mengaku tanggung jawab terbesarnya terasa dalam menjaga sikap dan konsistensi. Ia menyadari bahwa setiap tindakan kini dapat menjadi contoh bagi remaja lain.
“Sekarang apa yang aku lakuin bisa jadi contoh, jadi aku harus lebih sadar dalam bersikap sehari-hari,” tuturnya.

Caitlin juga menyoroti pendekatan orang dewasa dalam mengenalkan budaya kepada generasi muda. Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi adalah cara penyampaian yang terlalu menggurui.
“Remaja itu lebih suka diajak ngobrol dan dilibatkan. Kalau dikemas dengan cara yang asik, remaja pasti lebih tertarik sama budaya,” katanya.

Di antara beragam budaya Jawa Timur, nilai adab dan unggah-ungguh menjadi hal yang paling menyentuh hati Caitlin. Nilai tersebut terasa sangat personal karena telah ia pelajari sejak kecil, bahwa budaya tidak hanya tercermin dari apa yang dikenakan atau ditampilkan, tetapi dari cara bersikap dan menghargai sesama.

Di tengah dunia yang semakin cepat dan digital, Caitlin menilai sopan santun, empati, serta rasa hormat justru menjadi warisan paling berharga untuk diteruskan. Baginya, melestarikan budaya Jawa Timur berarti menjaga jati diri dan karakter generasi muda agar tetap berakar meski melangkah ke masa depan.
“Sebagai Puteri Remaja Indonesia Budaya 2025, saya ingin budaya tidak hanya dikenang, tetapi dirasakan dan dijalani setiap hari,” ucapnya.

Jika harus memilih satu kesenian yang paling merepresentasikan Jawa Timur, Caitlin menjatuhkan pilihannya pada Reog Ponorogo. Menurutnya, begitu seseorang melihat Reog, identitas Jawa Timur langsung terasa kuat.
“Reog bukan hanya pertunjukan, tapi simbol keberanian, kekuatan, dan kebanggaan akan jati diri,” tegasnya.

Caitlin menegaskan, menjaga identitas tersebut berarti menjaga akar. Ia meyakini bahwa ketika generasi muda mengenal dan bangga terhadap budayanya sendiri, mereka tidak akan kehilangan arah meski hidup di tengah arus globalisasi.

“Melestarikan Reog berarti menjaga roh dan karakter Jawa Timur agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *