Peristiwa

ITS Satukan Langkah 2026, Dorong Kampus Berdampak hingga Ekspedisi Patriot

54
×

ITS Satukan Langkah 2026, Dorong Kampus Berdampak hingga Ekspedisi Patriot

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Annual Gathering 2026 dengan konsep Town Hall sebagai forum dialog terbuka antara pimpinan dan sivitas akademika, di Grha Sepuluh Nopember ITS.

Mengusung tema “Pimpinan Menyapa, Sivitas Bicara”, forum ini menjadi ruang diskusi dua arah untuk menyelaraskan langkah institusi menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan memastikan seluruh elemen kampus bergerak dalam arah yang sama. “Kesatuan langkah akan menentukan seberapa jauh dampak yang dapat kita hasilkan bersama,” tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.

Menurut Bambang, ITS memprioritaskan penguatan sebagai perguruan tinggi yang tangguh, berdampak, dan mendunia. Hal tersebut ditopang oleh penguatan infrastruktur fisik dan teknologi informasi, serta tata kelola yang profesional.

Dalam sesi diskusi, turut dibahas rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia yang masih sekitar 35 persen, tertinggal dibanding negara seperti Singapura dan Taiwan.

Pimpinan ITS menilai peningkatan APK membutuhkan kebijakan pemerintah, terutama melalui penyediaan beasiswa dan akses pendidikan yang lebih inklusif. ITS sendiri menyatakan kesiapan meningkatkan daya tampung, namun tetap mempertimbangkan ketersediaan dosen, laboratorium, dan sarana pendukung lainnya.

Terkait wacana pembelajaran daring (online), ITS tengah mengupayakan pembukaan program studi daring yang memungkinkan sistem anywhere, anytime, anyplace learning. Namun, tantangan muncul karena sebagian besar program ITS berbasis sains dan teknologi yang membutuhkan praktik laboratorium. “Praktikum dasar bisa dilakukan daring seperti saat pandemi. Namun untuk bidang teknik tertentu, tetap membutuhkan praktik langsung,” jelasnya.

Selain isu akademik, ITS juga memaparkan kelanjutan program Ekspedisi Patriot yang telah menjangkau sekitar 50 titik daerah, terutama wilayah terluar dan terpencil. Program ini melibatkan 250 mahasiswa dan dosen selama empat bulan, dan laporannya telah disampaikan kepada kementerian terkait.

Tahun ini, ITS melanjutkan inisiatif tersebut melalui Beasiswa Patriot, dengan target sekitar 400 penerima dari daerah-daerah lokasi Ekspedisi Patriot. Tujuan program ini bukan sekadar memindahkan mahasiswa, tetapi membangun pusat-pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Misalnya, daerah dengan potensi kopi akan dikembangkan menjadi sentra pengolahan dan industri turunannya. Konsep ini dinilai sebagai bentuk “transmigrasi intelektual”, yakni memindahkan dan membangun sumber daya manusia untuk memperkuat ekonomi daerah.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Senat Akademik ITS Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD.

Adi Soeprijanto menegaskan peran senat akademik dalam menjaga mutu akademik dan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Sementara Priyo Suprobo menekankan fungsi MWA dalam menjaga arah strategis dan nilai kelembagaan ITS.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, ITS juga memberikan Rector Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada sivitas atas kontribusinya terhadap institusi dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Annual Gathering 2026 ini menandai komitmen ITS untuk memperkuat kepemimpinan partisipatif, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *