BisnisNasionalPeristiwa

J&T Express Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan 2026

81
×

J&T Express Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Perusahaan logistik J&T Express menyiapkan berbagai strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket selama Ramadan 2026. Persiapan ini dilakukan menyusul tren peningkatan pengiriman pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yang tercatat melonjak lebih dari 40 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

CEO J&T Express, Robin Lo, mengatakan peningkatan volume pengiriman setiap Ramadan mencerminkan tingginya aktivitas belanja masyarakat, khususnya melalui platform digital. Menurutnya, tren tersebut mendorong perusahaan untuk memperkuat kesiapan operasional agar layanan tetap berjalan optimal.

“Volume pengiriman yang terus meningkat menunjukkan bahwa preferensi masyarakat untuk berbelanja secara online tetap tinggi. Kami terus mengoptimalkan operasional untuk memastikan pengiriman tetap aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan, meskipun terjadi lonjakan volume,” ujarnya.

Selain faktor peningkatan permintaan, tantangan operasional juga dipengaruhi potensi kondisi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada distribusi logistik. Untuk itu, perusahaan mengandalkan pendekatan berbasis teknologi dan sistem terintegrasi guna menjaga kelancaran proses pengiriman.

Sebagai bagian dari strategi menghadapi Ramadan, J&T Express meningkatkan kapasitas operasional melalui penambahan tenaga kerja musiman, optimalisasi mesin sortir di pusat distribusi, serta penambahan shift kerja. Perusahaan juga menambah frekuensi pengiriman antarwilayah melalui jalur darat dan udara untuk memastikan distribusi tetap lancar.

Pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari strategi pengawasan distribusi paket secara real-time. Sistem ini memungkinkan pemantauan alur pengiriman sekaligus membantu tim operasional merespons berbagai kendala di lapangan secara cepat dan terukur.

Di sisi lain, seluruh jaringan outlet Drop Point dan Mini Drop Point tetap beroperasi selama Ramadan guna memastikan akses layanan bagi masyarakat tetap terjaga di tengah perubahan pola aktivitas selama bulan puasa.

Data industri menunjukkan bahwa Ramadan merupakan salah satu periode dengan aktivitas belanja tertinggi dalam setahun. Survei Jakpat menunjukkan 70 persen responden meningkatkan pengeluaran selama Ramadan, sementara survei Populix mencatat 78 persen masyarakat berencana membeli produk fesyen selama periode tersebut. Tren ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya kebutuhan layanan logistik.

J&T Express menilai kesiapan operasional yang adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan logistik selama periode permintaan tinggi. Dengan penguatan kapasitas, optimalisasi teknologi, dan perluasan jaringan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga stabilitas layanan pengiriman sepanjang Ramadan. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *