BisnisNasionalPeristiwa

Luncurkan Proyek Rp19 Triliun di Sydney, One Global Capital Gandeng Arsitek Indonesia

64
×

Luncurkan Proyek Rp19 Triliun di Sydney, One Global Capital Gandeng Arsitek Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ One Global Capital, platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney yang dimiliki Iwan Sunito Family Office, mengumumkan telah merampungkan 100 persen akuisisi lahan premium di kawasan Five Dock, Sydney, dengan nilai tanah mencapai Rp1,5 triliun. Akuisisi tersebut sekaligus menandai peluncuran proyek mixed-use berskala kota senilai AUD1,6 miliar atau sekitar Rp19 triliun.

Lahan seluas 1,4 hektare yang menghadap Kings Bay, lapangan golf, serta kawasan pusat bisnis (CBD) Sydney itu akan dikembangkan dengan konsep city-within-a-city yang mencakup residensial, pusat ritel, dan hotel.

Pendiri One Global Capital, Iwan Sunito, menyebut rampungnya akuisisi ini sebagai tonggak penting dalam strategi ekspansi perusahaan. “Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Kami kini dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, proyek ini akan menjadi pengembangan terbesar dalam 25 tahun kariernya dan disebut tiga kali lebih besar dibanding proyek Infinity di Green Square, Sydney. “Kami tidak sekadar membangun gedung, kami sedang menciptakan sebuah kota di dalam kota,” tuturnya.

Five Dock dikenal sebagai salah satu kawasan prestisius di Inner West Sydney, dengan harga rumah rata-rata berkisar Rp45–60 miliar, sementara properti tepi pantai dapat mencapai Rp120 miliar.

Kawasan ini turut didukung pengembangan infrastruktur, termasuk Five Dock Metro Station dan Burwood Metro Station yang memperkuat konektivitas menuju Sydney CBD. “Para penghuni di sini dapat menikmati fasilitas bus stop at the door stop,” katamya, menyoroti kemudahan akses transportasi.

Pasar residensial di kawasan tersebut juga dinilai menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan, didorong konsep Transit Oriented Development (TOD) serta minat investor domestik maupun internasional, termasuk investor high net worth asal Indonesia.

Proyek ini melibatkan arsitek ternama dunia Koichi Takada, yang sebelumnya merancang sejumlah ikon hunian Sydney seperti Infinity, Arc, dan Skye North Sydney. Untuk pengembangan master plan, One Global Capital juga menggandeng PTI Architect Indonesia bersama Buchan Australia.

Koichi Takada menjelaskan pendekatan desain proyek ini mengusung prinsip biophilic dan naturalisasi arsitektur. “Bangunan dirancang menyatu dengan alam, bukan terpisah darinya. Setiap elemen dioptimalkan untuk memaksimalkan cahaya alami, sirkulasi udara, serta orientasi ke arah pemandangan air, guna menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan, keberlanjutan, dan interaksi sosial yang bermakna,” ujarnya.

Managing Director PTI Architect, Doddy Tjahjadi menyampaikan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting bagi arsitek Indonesia di kancah internasional. “Kami merasa terhormat dipilih menjadi tim arsitek dan bekerja sama dengan Koichi Takada dan Phil Schoutrop dari Buchan. Proyek ini juga menjadi reuni dengan Iwan Sunito yang dulu adalah adik kelas saya di UNSW,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi firma arsitektur nasional dalam proyek berskala besar di Australia menunjukkan daya saing konsultan Indonesia. “Ini menegaskan kapabilitas dan kredibilitas firma lokal di kancah internasional,” ujarnya.

Kawasan terpadu ini dirancang menghadirkan 750 apartemen premium di lima menara, hotel 250 kamar dengan conference centre seluas 3.000 meter persegi, serta pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 meter persegi. Fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau, hingga ekosistem build-to-rent juga menjadi bagian dari pengembangan.

Pengajuan persetujuan perencanaan dijadwalkan pada Juni 2026, dengan tahap Expressions of Interest (EOI) pada kuartal II 2026. Peluncuran pemasaran apartemen direncanakan pada kuartal III 2027 dan konstruksi dimulai kuartal II 2028.

Direktur Capital One Global Capital, Samuel Sunito, menyatakan pihaknya telah menerima minat dari berbagai investor global untuk skema co-investment. “Kami sedang menjajaki peluang kerja sama dengan investor dari Indonesia, Amerika Serikat, China, Singapura, Vietnam, dan Dubai untuk memastikan keselarasan visi serta penciptaan nilai jangka panjang. Beberapa investor dari Middle East juga datang melalui jaringan kami di Indonesia,” ujarnya.

Director Commercial Services Savills Indonesia, Fitri Hilman, menilai proyek ini mencerminkan penguatan hubungan investasi properti Indonesia–Australia. “Australia tetap menjadi destinasi pilihan bagi investor Indonesia, didukung fundamental pasar yang tangguh, transparansi regulasi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti Five Dock dan Burwood Metro berpotensi menjadi katalis pertumbuhan nilai properti di Inner West. “Konektivitas yang unggul dan pertumbuhan kawasan berkelanjutan akan mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi investor maupun pengguna akhir,” tutupnya.

Dengan skala investasi dan kolaborasi lintas negara yang terlibat, proyek Five Dock menjadi salah satu pengembangan properti terbesar yang melibatkan jaringan investor dan konsultan Indonesia di pasar Australia dalam beberapa tahun terakhir. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *