JAKARTA (Suarapubliknews) ~ One Global Capital merealisasikan distribusi pengembalian investasi setara Rp1,2 triliun kepada para investor yang berasal dari laba pengembangan proyek properti di kawasan Five Dock, Sydney, Australia, dengan nilai keuntungan lebih dari AUD100 juta.
Pendiri dan Chairman One Global Capital, Iwan Sunito, menyatakan capaian tersebut tidak hanya melampaui target perusahaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa investasi asal Indonesia yang dikelola secara disiplin mampu bersaing dan menciptakan aset berkelas dunia di panggung global.
“Ini bukan soal mengejar hype, tetapi tentang memahami aset secara mendalam. Di Five Dock, prinsip kami sederhana: buy well, add value, and sell well. Kesabaran itu akhirnya terbayar,” ujarnya.
Proyek Five Dock bermula lebih dari dua dekade lalu dari investasi awal sekitar AUD5 juta atau setara Rp50 miliar. Strategi yang diterapkan berfokus pada aset riil, tata kelola ketat, serta pemahaman terhadap siklus pertumbuhan kota dan kebijakan perencanaan.
Titik balik terjadi pada 2019 ketika rezoning kawasan Five Dock disetujui otoritas New South Wales. Keputusan tersebut mendorong lonjakan valuasi proyek secara signifikan. Secara rata-rata, proyek tersebut menghasilkan laba lebih dari AUD100 juta atau sekitar 20 kali dari modal awal. Investor dengan dana AUD250.000 disebut menerima distribusi sekitar AUD2,75 juta atau 11 kali lipat dari investasi awal, termasuk pengembalian modal.
Dalam denominasi rupiah, investasi awal setara Rp1,2 miliar disebut berkembang menjadi sekitar Rp28,9 miliar atau naik 24 kali lipat.
Menutup kinerja 2025, One Global Capital sebelumnya telah mendistribusikan dividen perdana senilai sekitar AUD3 juta dengan imbal hasil setara 28,5 persen. Momentum tersebut berlanjut menjelang Tahun Baru Imlek 2026 melalui distribusi laba proyek Five Dock senilai Rp1,2 triliun.
Bagi Iwan Sunito yang lahir di Tahun Kuda Api 1966, Tahun Kuda Api 2026 memiliki makna simbolik tersendiri. Ia menyebut filosofi Kuda Api mencerminkan perjalanan perusahaan: bergerak dengan visi jelas, bertahan melewati siklus, dan merealisasikan nilai pada waktu yang tepat. “Hasil besar tidak lahir dalam semalam, melainkan dari dua dekade kesabaran dan konsistensi,” ujarnya.
Iwan menilai fondasi ekonomi Australia turut memperkuat strategi investasi perusahaan. Dengan nilai ekonomi sekitar AUD2,3 triliun dan GDP per kapita di atas AUD90.000, Australia dinilai menawarkan stabilitas melalui sistem hukum independen dan regulasi perencanaan yang transparan.
Sydney sendiri berkembang sebagai salah satu safe haven investasi properti di kawasan Asia Pasifik, didukung pertumbuhan migrasi, sektor pendidikan, kesehatan, serta ekonomi riil.
Director of Capital One Global Capital, Samuel Sunito, menambahkan bahwa keberhasilan ini membuktikan kombinasi pemilihan aset yang tepat, tata kelola kuat, dan strategi jangka panjang dapat menghasilkan imbal hasil signifikan. “Ke depan, kami ingin memperluas akses investor Indonesia terhadap aset properti global agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemilik di pasar internasional,” ujarnya.
One Global Capital menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan peluang investasi global berbasis aset riil dengan pendekatan tata kelola yang disiplin dan berorientasi jangka panjang. (q cox, tama dini)












