PemerintahanPeristiwa

Ngabuburit di Tugu Pahlawan 2026, Ramadan Makin Seru

81
×

Ngabuburit di Tugu Pahlawan 2026, Ramadan Makin Seru

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ramadan tahun ini terasa semakin semarak dengan hadirnya kembali kegiatan Ngabuburit di kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Mengusung konsep yang lebih segar, acara ini akan digelar pada 28 Februari dan 1 Maret 2026, pukul 15.00–21.00 WIB, menghadirkan hiburan, kuliner, sekaligus edukasi sejarah dalam satu kawasan bersejarah di jantung Kota Surabaya.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah, menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah hampir tiga tahun terakhir menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Namun, tahun ini konsepnya dibuat berbeda agar semakin menarik minat masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Kalau sebelumnya seperti Night at The Museum atau Cangkrukan Juang lebih menampilkan kuliner tradisional, kali ini kami menghadirkan kuliner kekinian yang lebih modern agar anak-anak muda semakin tertarik datang ke Tugu Pahlawan,” kata Saida, Rabu (25/2/2026).

Pengunjung tidak hanya disuguhi aneka jajanan berbuka puasa, tetapi juga pasar murah dan bazar UMKM, kuis interaktif, hingga dukungan CSR yang turut memeriahkan acara. Menjelang waktu berbuka, akan ada kultum, pertunjukan musik Islami, dagelan dan ludruk, serta penampilan spesial dari anak-anak Rumah Kreatif binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, termasuk anak-anak disabilitas.

“Seluruh pengisi acara merupakan binaan pemerintah kota. Jadi selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi talenta-talenta lokal,” jelasnya.

Yang membuat ngabuburit ini berbeda adalah perpaduan suasana santai dengan sentuhan edukasi sejarah. Selama acara berlangsung, Museum Sepuluh Nopember tetap dibuka. Pengunjung bisa mengikuti kuis edukatif seputar sejarah perjuangan Surabaya dan napak tilas peristiwa 10 November.

“Jadi masyarakat bisa ngabuburit sambil belajar sejarah. Kuis-kuis yang kami hadirkan juga berkaitan dengan Tugu Pahlawan dan museum, sehingga tetap ada nilai kepahlawanan yang kami tanamkan,” tambahnya.

Acara digelar di area ruang terbuka hijau depan Tugu Pahlawan. Panitia telah menyediakan tempat duduk, namun pengunjung juga diperbolehkan membawa tikar atau kursi lipat sendiri dengan konsep santai seperti mini camping. Meski demikian, kebersihan tetap menjadi prioritas utama.

“Silakan menikmati suasana sore di Tugu Pahlawan, tapi tetap jaga kebersihan. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya terbilang tinggi, terutama saat akhir pekan dengan dominasi anak muda. Meski sempat terkendala hujan pada salah satu hari pelaksanaan, tren kunjungan disebut terus mengalami peningkatan.

Dengan harga tiket masuk mulai Rp5.000, masyarakat sudah bisa menikmati rangkaian acara sekaligus mengunjungi museum. Tiket dapat dipesan melalui laman tiketwisata.surabaya.go.id.

Ke depan, Pemkot Surabaya berharap kegiatan bernuansa kepahlawanan ini terus berkembang dan semakin rutin digelar, tidak hanya saat peringatan 10 November, tetapi juga dalam momentum-momentum lain selama setahun.

“Ngabuburit tetap berjalan, tetapi tetap sarat edukasi sejarah dan nilai perjuangan Kota Surabaya. Itu yang ingin terus kami kuatkan,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *