SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memastikan stabilitas sektor keuangan di Jatim tetap terjaga hingga akhir 2025 dan dinilai siap menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.
Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan hingga November 2025 menunjukkan kondisi yang resilien di tengah tantangan global dan domestik. “Secara umum, sektor jasa keuangan di Jawa Timur berada dalam kondisi stabil dengan fungsi intermediasi yang berjalan baik serta profil risiko yang tetap terjaga,” ujarnya.
Berdasarkan data OJK, inflasi Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,93 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1 persen. Kondisi ini mencerminkan stabilitas harga meski terdapat tekanan musiman pada komoditas pangan dan transportasi.
Di sektor perbankan, kredit tumbuh 2,29 persen secara tahunan menjadi Rp623 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 3,49 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat meningkat 4,49 persen menjadi Rp826,8 triliun.
Pada sektor pasar modal, jumlah Single Investor Identification (SID) di Jawa Timur mencapai 1,1 juta atau tumbuh 33,15 persen yoy. Hal ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi.
Namun, OJK juga mencermati kenaikan tingkat risiko kredit pada sektor fintech peer-to-peer lending, di mana rasio TWP90 meningkat menjadi 4,70 persen. “Kami terus memperkuat pengawasan serta edukasi agar masyarakat tetap bijak dalam menggunakan produk keuangan digital,” tegasnya.
Selain menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK Jatim juga mengintensifkan program literasi dan inklusi keuangan. Sepanjang 2025, sebanyak 1.222 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 513 ribu peserta di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
OJK optimistis dengan sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya, sektor keuangan Jatim akan tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026. (q cox, tama dini)












