JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meski dihadapkan pada ketidakpastian global yang meningkat akibat tensi geopolitik dan lonjakan harga energi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor keuangan Indonesia di tengah dinamika global yang penuh tekanan.
“Ketidakpastian global dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi energi dunia, termasuk penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong volatilitas pasar keuangan global dan mempersempit ruang kebijakan moneter,” katanya.
Di sisi domestik, kinerja ekonomi masih relatif solid. Inflasi inti tercatat menurun, sementara konsumsi masyarakat tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai sekitar 6,89 persen secara tahunan.
Selain itu, sektor riil juga menunjukkan daya tahan dengan aktivitas manufaktur yang masih berada pada zona ekspansi. Dari sisi eksternal, Indonesia masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.
OJK menilai kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, termasuk perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank. Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan serta koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. (q cox, tama dini)












