BisnisNasionalPemerintahan

OJK Tetapkan Tiga Kebijakan Prioritas 2026, Free Float Saham Naik Jadi 15 Persen

599
×

OJK Tetapkan Tiga Kebijakan Prioritas 2026, Free Float Saham Naik Jadi 15 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tiga kebijakan prioritas pada 2026 untuk menjaga ketahanan sektor jasa keuangan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

Kebijakan tersebut meliputi penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan keuangan berkelanjutan .

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kondisi fundamental perekonomian nasional dan kinerja sektor jasa keuangan yang solid menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.

“Kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid dan menjadi modalitas penting untuk keberlanjutan ke depan,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta.

Dalam upaya penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, OJK bersama para pemangku kepentingan akan melanjutkan reformasi integritas pasar modal, salah satunya melalui kebijakan peningkatan batas minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pendalaman pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.

Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola emiten, transparansi kepemilikan saham, serta penegakan aturan dan sanksi secara konsisten di sektor pasar modal.

Pada kebijakan pengembangan ekosistem keuangan, OJK akan memperkuat dukungan pembiayaan bagi UMKM serta mendorong pembiayaan program prioritas pemerintah, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis. Hingga Desember 2025, pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih tercatat mencapai Rp149 triliun.

Sementara itu, untuk pendalaman pasar keuangan dan keuangan berkelanjutan, OJK menargetkan peningkatan peran investor institusional, penguatan literasi keuangan, serta dukungan terhadap target Net Zero Emission melalui pengembangan taksonomi keuangan berkelanjutan dan pasar karbon nasional.

OJK memproyeksikan kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 tetap tumbuh positif. Kredit perbankan diperkirakan tumbuh 10–12 persen, sementara penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp250 triliun. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *